IHSG Sesi I Anjlok 0,68%, Sebaliknya MBTO hingga POLU Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id— Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (14/10/2025), ditutup anjlok sebanyak 55,87 poin (0,68%) menjadi 8.171. Rentang pergerakan dalam rentang 8.154-8.284 dengan nilai transaksi Rp 15,15 triliun.
Penurunan dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor keuangan 1,43%, sektor teknologi 2,62%, sektor transportasi 3,14%, sektor konsumer primer sebanyak 1,09%, sektor energi 0,92%, dan sektor industry 0,71%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property, kesehatan, dan material dasar. Kejatuhan juga terseret saham emiten Haji Isam, seperti PGUN, JARR, dan TEBE dan sejumlah saham emiten Prajogo Pangestu.
Baca Juga
OJK Dorong Budaya Integritas yang Kuat di Sektor Jasa Keuangan dan Lingkungan Kampus
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut pertahankan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham MBTO naik 34,48% menjadi Rp 199, MRAT naik 25% menjadi Rp 525, SOHO naik 24,54% menjadi Rp 1.015, GZCO naik 24,44% menjadi Rp 336, SSTM naik 24,31% menjadi Rp 358, dan POLU naik 20% menjadi Rp 30.450.
Meski tak ARA, saham berikut catatkan kenaikan pesat, seperti saham MORA 22,67% menjadi Rp 1.055, TOSK naik 20,29% menjadi Rp 83, PURI naik 19,79% menjadi Rp 230, HALO naik 18,30% menjadi Rp 181, dan ARCI melesat 16,94% menjadi Rp 1.450.
Kemarin, indeks kemarin ditutup turun sebanyak 30,66 poin (0,37%) menjadi 8.227, meski demikian investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,29 triliun di seluruh pasar. Net buy terbesar dikontribusikan crossing saham CASA dari pemodal lokal ke asing bernilai Rp 2,85 triliun. Selanjutnya BRMS Rp 292,33 miliar, ENRG Rp 86,41 miliar, AMRT Rp 79,11 miliar, dan ANTM Rp 76,94 miliar.
Baca Juga
Bagikan Dividen Saham dan Tambahan Bisnis, Saham Suparma (SPMA) Menuju Rp 500?
Penurunan tersebut dipicu atas penurunan atas penurunan sejumlah sektor keuangan sebanyak 1,52%, sektor property 1,47%, sektor infrastruktur 1,47%, konsumer primer 0,94%, dan sektor industry 0,48%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi 1,51%, sektor material dasar 1,23%, dan sektor konsumer non primer sebanyak 0,94%.
Meski IHSG berakhir di zona merah, beberapa saham berikut justru berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham GZCO naik 25% menjadi Rp 270, MRAT naik 25% menjadi Rp 420, ASPI naik 24,83% menjadi Rp 905, PORT menguat 24,77% menjadi Rp 1.335, SOSS melesat 24,55% menjadi Rp 1.040, dan PSGO terbang 24,55% menjadi Rp 274.

