IHSG Sesi I Lanjutkan Penguatan, Saham POLU Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (21/8/2024), ditutup lanjutkan penguatan 26,44 poin (0,35%) menjadi 7.560. Bahkan, IHSG sempat sentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) 7.594.
Penguatan indeks didukung kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, sektor properti, sektor keuangan, sektor kesehatan, sektor konsumer primer, sektor infrastruktur. Sebaliknya saham sektor industri, infrastruktur, dan material dasar ditutup melemah.
Baca Juga
Terlalu Diremehkan! Segmen Non-Batubara Kekuatan Baru United Tractors (UNTR)
Di tengah berlanjutnya kenaikan IHSG, lima saham berikut torehkan kenaikan harga pesat, seperti saham PT Golden Flower Tbk (POLU) naik hingga auto reject atas (ARA) 25% menjadi Rp 825. Saham PT Multipolar Tbk (MLPL) naik 23,81% menjadi Rp 78.
Kenaikan juga melanda saham PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menguat 17,43% menjadi Rp 128, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) menguat 15,79% menjadi Rp 396, dan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) naik 14,43% menjadi Rp 222.
Kondisi berbeda terjadi pada lima saham berikut dengan penurunan dalam, yaitu saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), PT Charnic Capital Tbk (NICK), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Baca Juga
Saham BCA (BBCA) Tembus Rekor Rp 10.500, Bagaimana Selanjutnya?
IHSG kemarin ditutup ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah menguat 67,15 poin (0,90%) menjadi 7.533,98. Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,66 triliun.
Net buy terbanyak melanda saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 681,64 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 337,90 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 329,53 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 126,72 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 116,24 miliar.
Grafik IHSG

