IHSG Sesi I Terjungkal 42 Poin, tapi Dua Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (15/7/2024), ditutup anjlok 42,48 poin (0,58%) menjadi 7.285,10. Pergerakan indeks dalam rentang 7.282-7.346 dengan nilai transaksi Rp 3,93 triliun.
Koreksi IHSG dipengaruhi atas penurunan sebagian besar sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor kesehatan, sektor keuangan, sektorn konsumer primer, sektor industri, dan sektor konsumer primer. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi dan sektor properti.
Baca Juga
Analis Sebut Pelemahan IHSG Dipicu Masalah Stabilitas Keamanan di AS
Meski IHSG ditutup terkoreksi, dua saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menguat Rp 21 (33,87%) menjadi Rp 83 dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik Rp 380 (24,44%) menjadi Rp 1.935.
Penguatan juga melanda saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) naik Rp 260 (17,63%) menjadi Rp 1.735, PT Penta Valent Tbk (PEVE) naik Rp 34 (15,60%) menjadi Rp 252, dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) menguat Rp 12 (12%) menjadi Rp 112.
Baca Juga
Potensi Cuan Saham BBNI masih Besar, Analis Ini Ungkap Faktanya
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA), PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS), dan PT Sentra Mitra Informatika Tbk (LUCK).
IHSG akhir pekan lalu ditutup melesat 27,17 poin (0,37%) menjadi 7.327,58. Penguatan tersebut didukung kenaikan sebanyak 329 saham. Penguatan juga didukung aksi beli saham oleh pemodal asing hingga Rp 1,24 triliun. Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) senilai Rp 451,64 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 279,21 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 198,71 miliar.
Grafik IHSG

