IHSG Terjungkal, tapi Tiga Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/7/2024), ditutup terjungkal sebanyak 48,72 poin (0,66%) menjadi 7.278,86. Pergerakan indeks dalam rentang 7.252-7.346 dengan nilai transaksi Rp 7,25 triliun.
Pelemahan IHSG cipicu atas penurunan sebagian besar sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor kesehatan, sektor keuangan, sektorn konsumer primer, sektor industri, dan sektor kesehatan. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer, konsumer non primer, dan teknologi.
Baca Juga
Disebut akan Groundbreaking di IKN Akhir Bulan Ini, Berikut Respons BCA
Meski IHSG terjungkal, tiga saham ini justru ditutup melesat sampai auto reject atas (ARA) saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menguat Rp 21 (33,87%) menjadi Rp 83, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik Rp 380 (24,44%) menjadi Rp 1.935, dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik Rp 58 (24,58%) menjadi Rp 294.
Penguatan juga melanda saham PT Penta Valent Tbk (PEVE) naik Rp 46 (21,10%) menjadi Rp 264 dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) naik Rp 24 (12%) menjadi Rp 224.
Baca Juga
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS), PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), dan PT Era Digital Media Tbk (AWAN).
IHSG akhir pekan lalu ditutup melesat 27,17 poin (0,37%) menjadi 7.327,58. Penguatan tersebut didukung kenaikan sebanyak 329 saham. Penguatan juga didukung aksi beli saham oleh pemodal asing hingga Rp 1,24 triliun. Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) senilai Rp 451,64 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 279,21 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 198,71 miliar.
Grafik IHSG

