IHSG Ditutup Melemah 34,23 Poin, Saham BCIC dan DEFI Ditutup Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/6/2026), ditutup melemah sebanyak 34,23 poin (0,55%) menjadi 6.220. Rentang pergerakan 6.179-6.377 dengan nilai transaksi Rp 19,77 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan saham emiten Prajogo Pangestu. Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti industri, energi, material dasar, konsumer primer, properti, dan transportasi.
Baca Juga
Tekanan terbesar dipicu atas kejatuhan saham Prajogo Pangestu, seperti saham BREN turun 12%, TPIA melemah 5%, BRPT turun 4,80%, CUAN anjlok 6,71%, dan CDIA melemah 4,17%.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BCIC naik 35% menjadi Rp 135, DEFI naik 30,63% menjadi Rp 145, RONY naik 24,58% menjadi Rp 1.115, dan ATAP menguat 24,43% menjadi Rp 550. Meski tak ARA, ESIP melesat 28,83% menjadi Rp 143 dan KONI melesat 21,95% menjadi Rp 3.500.
Sebelumnya, IHSG ditutup melesat sebanyak 247,31 poin (4,12%) menjadi 6.254. Investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 105,87 miliar. Sebaliknya net buy terbanyak melanda saham saham BMRI mencapai Rp 543,09 miliar, TPIA senilai Rp 396,10 miliar, dan BBCA mencapai Rp 204,83 miliar.
Baca Juga
Bidik Mandatori E5 dan E10 di 2028, Pertamina NRE Minta Jaminan Pasokan Bahan Baku Bioetanol
Penguatan ini ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 7,26%, sektor keuangan 5,23%, sektor industri 4,51%, sektor konsumer primer 3,86%, sektor konsumer non primer2,73%, sektor infrastruktur 2,93%, dan sektor energi 2,35%.
Kenaikan pesat tersebut juga ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham AMMN menguat 9,57%, BBCA naik 5,91%, BBRI naik 4,91%, BBNI naik 6,74%, dan BMRI naik 7,14. Kenaikan juga didukung penguatan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BREN, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO.
