IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,44%, Saham DEFI dan WBSA Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (15/4/2026), ditutup naik 33,62 poin (0,44%) menjadi 7.709. Rentang pergerakan 7.642-7.773 dengan nilai transaksi Rp 13,33 triliun.
Penguatan tersebut seirama dengan kenaikan seluruh sektor saham. Penguatan tersebut merupakan hari keenam secara beruntun. Adapun saham emiten Prajogo Pangestu tak berperan besar terhadap penguatan indeks hari ini, dibandingkan lima hari sebelumnya.
Baca Juga
Marketing Sales Kuartal I-2026 Sesuai Ekspektasi,Saham Ciputra (CTRA) Berpotensi Cuan 80%
Kenaikan didukung penguatan saham sektor industri sebanyak 3,30%, sektor transportasi 3,43%, sektor material dasar 1,11%, sektor energi 0,78%, sektor konsumer non primer 0,89%, sektor teknologi 0,80%, dan sektor properti 0,74%. Sebaliknya keuangan 0,17% dan konsumer primer 0,15%.
Sejalan dengan kenaikan IHSG, saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), DEFI melesat 34,33% menjadi Rp 90, WBSA, saham pendatang baru yang listing pekan lalu, naik 25% menjadi Rp 440, DEPO naik 25% menjadi Rp 270, dan RONY naik 24,92% menjadi Rp 1.955.
Meski tak ARA, saham berikut catatkan lompatan harga pesat, seperti BIPP naik 29,09% menjadi Rp 71, INCF mengaut 28,30% menjadi Rp 68, SDMU menguat 27,91% menjadi Rp 110, dan VISI menguat sebanyak 14,78% menjadi Rp 660.
Baca Juga
Perkuat Ekspansi 5G, XLSmart (EXCL) Ikut Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Kemarin, IHSG ditutup melesat 175,76 poin (2,34%) menjadi 7.675. Rentang pergerakan 7.500-7.686 dengan nilai transaksi Rp 23,52 triliun. Kenaikan terdorong penguatan saham big cap dan konglomerasi. Seperti konglomerasi Prajogo Pangestu, Happy Hapsoro, Sinarmas, Bakrie, hingga Haji Isam.
Kenaikan juga sejalan dengan penguatan pesat sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 5,62%, sektor industri 4,47%, sektor energi 3,68%, sektor material dasar 3,55%, sektor transportasi 3,20%, dan sektor keuangan 1,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer 0,95%.
Sejalan dengan penguatan pesat tersebut, sejumlah saham berikut catatkan keanikan harga pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham RICY dengan kenaikan 34,88% menjadi Rp 116, PPRE menguat 34,65% menjadi Rp 136, PURI menguat 34,75% menjadi Rp 190, DEFI naik 34% menjadi Rp 67, dan MDIA mengaut 33,33% menjadi Rp 72.
