IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,84%, Sebaliknya Saham BCIC dan AKSI Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (17/6/2026), ditutup berbalik turun sebanyak 52,5 poin (0,84%) menjadi 6.202. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham emiten Prajogo Pangestu.
Penutupan di zona merah ini berbanding terbalik dengan awal pembukaan pasar yang naik 91 poin (1,49%) menjadi 6.347. Bahkan, IHSG sempat menembus level 6.377 dengan nilai transaksi sesi I mencapai Rp 12,81 triliun.
Baca Juga
Jelang Review MSCI, Indonesia Diprediksi Pertahankan Status Emerging Market
Tekanan IHSG datang dari pelemahan saham industri, material dasar, energi, konsumer primer, keuangan, teknologi, properti, dan infrastruktur. Sebaliknya saham konsumer non primer pertahankan penguatan. Tekanan terbesar datang dari kejatuhan seluruh saham emiten Prajogo, seperti BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan CDIA. Tekanan juga datang dari pelemahan saham BMRI dan BBNI.
Meski IHSG ditutup turun, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BCIC naik 35% menjadi Rp 135, AKSI naik 34,01% menjadi Rp 264, DATA 24,86% menjadi Rp 2.260, RONY naik 24,58% menjadi Rp 1.115, dan ATAP menguat 24,43% menjadi Rp 550.
Sebelumnya, IHSG ditutup melesat sebanyak 247,31 poin (4,12%) menjadi 6.254. Investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 105,87 miliar. Sebaliknya net buy terbanyak melanda saham saham BMRI mencapai Rp 543,09 miliar, TPIA senilai Rp 396,10 miliar, dan BBCA mencapai Rp 204,83 miliar.
Baca Juga
Penguatan ini ditopang lompatan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 7,26%, sektor keuangan 5,23%, sektor industri 4,51%, sektor konsumer primer 3,86%, sektor konsumer non primer2,73%, sektor infrastruktur 2,93%, dan sektor energi 2,35%.
Kenaikan pesat tersebut juga ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham AMMN menguat 9,57%, BBCA naik 5,91%, BBRI naik 4,91%, BBNI naik 6,74%, dan BMRI naik 7,14. Kenaikan juga didukung penguatan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BREN, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO.
