Cetak Laba Rp 689,88 Miliar, Saham Kesayangan Lo Kheng Hong (GJTL) Tembus ARA
JAKARTA, investortrust.id – Emiten produsen ban kendaraan bermotor kesayangan Lo Kheng Hong, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) berhasil membukukan kenaikan bottom line sekitar 500% dengan mencatat laba bersih periode berjalan Rp 689,88 miliar di kuartal III-2023, atau berbalik untung dibanding rugi bersih yang diderita sebesar Rp 175,88 miliar di kuartal III-2022.
Kenaikan kinerja tersebut mendatangkan sentimen positif terhadap saham GJTL, saham Lo Kheng Hong ini melambung hingga menembus auto rejection atas (ARA) ke Rp 850 per saham dari harga saham pembukaan pada level Rp 680 hari ini, Jumat (27/10/2023).
Berdasarkan data perdagangan di BEI terpantau, saham GJTL ditransaksikan sebanyak 320.922 saham dan antrian beli masih tebal sebanyak 431.510 lot pada harga Rp 850 per saham.
Baca Juga
Saham Indointernet (EDGE) "Ngacir" Setelah Kantongi Restu Stock Split
Sementara dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Manajemen GJTL tercatat, performa bottom line emiten ini salah satunya terdongkrak oleh kemampuan menekan beban pokok penjualan menjadi Rp 9,99 triliun dari posisi sebelumnya Rp 11,03 triliun.
Sedangkan penjualan bersih tercatat turun menjadi Rp 12,57 triliun disbanding Rp 12,72 triliun. Dari posisi tersebut perusahaan yang didirikan oleh taipan Sjamsul Nursalim tersebut mencatat laba kotor Rp 2,58 triliun, melonjak 50% yaer on year (yoY) dibanding posisi September 2022 yang tercatat Rp 1,72 triliun.
Posisi EBITDA tercatat sebesar Rp 920,68 miliar berbanding posisi September 2022 yang tercatat minus Rp 166,03 miliar. Pencapaian ini membuat laba per saham GJTL naik menjadi Rp 200,7 dibanding tahun sebelumnya yang minus Rp 48,6.
Baca Juga
Sssttt...! Lo Kheng Hong Bocorkan Saham Wonderful Company yang Bisa Di-hold Seumur Hidup
Dari sisi aset secara year to date tampak mengalami penurunan menjadi Rp 18,81 triliun per September disbanding per 31 Desember 2022 yang tercatat Rp 19,01 triliun.
Jumlah liabilitas juga menurun dari Rp 11,79 triliun 6 bulan lalu menjadi Rp 10,96 triliun per Septmeber 2023. Adapun posisi ekuitas tercatat Rp 7,85 triliun, meningkat dari periode 31 Desember 2022 yang tercatat Rp 7,23 triliun.

