Meski IHSG Ditutup Terkoreksi, Lima Saham Ini justru Melesat ARA lebih dari 34%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/8/2024), ditutup melemah 8,32 poin (0,11%) menjadi 7.597,88. Tekanan indeks jelang penutupan mereda setelah intraday sempat turun ke level 7.547 dengan nilai transaksi Rp 9,49 triliun.
Koreksi IHSG ini dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan turun 0,73%, sektor teknologi 0,26%, sektor material dasar 0,08%, dan sektor 0,02%. Sebaliknya penguatan pesat melanda saham sektor properti 1,28%, sektor konsumer primer 1,15%, sektor industri 0,70%, dan sektor energi0,26%.
Baca Juga
Bos OJK Buka Suara soal Pemecatan 5 Karyawan BEI Akibat Gratifikasi IPO
Meski IHSG dilanda aksi ambil untung yang berdampak terhadap penurunan, sejumlah justru catatkan lompatan hingga auto reject atas (ARA). Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) melesat 34,55% menjadi Rp 74 dan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) melesat 34,41% menjadi Rp 125.
Kenaikan hingga ARA juga melanda saham PT Urban Jakarta Propetindo Tbk (URBN) naik 34,38% menjadi Rp 172, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) naik 34,21% menjadi Rp 153, dan PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) melesat sebanyak 34,33% menjadi Rp 90.
ARA juga melanda saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) menguat 25% menjadi Rp 290 dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 25% menjadi Rp 1.125, dan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melesat 19,95% menjadi Rp 13.075.
Baca Juga
Diversifikasi Mesin Pertumbuhan Jadikan Valuasi Saham GOTO kian Menarik
Sebaliknya beberapa saham yang justru membukukan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI), PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), PT Link Net Tbk (LINK), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
IHSG kemarin ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa dengan kenaikan 61,9 poin (0,82%) menjadi 7.606. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 929,44 miliar.
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 402,42 milair, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 116,58 miliar, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) Rp 115,30 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 84,87 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 66,36 miliar.
Grafik IHSG

