Meski IHSG Ditutup Berbalik Terkoreksi, Saham Melesat hingga ARA Bertaburan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/11/2024), ditutup berbalik turun 13,32 poin (0,18%) menjadi 7.308, dibandingkan akhir sesi I naik tipis 6,57 poin. Pergerakan IHSG dalam rentang 7.304-7.370 dengan nilai transaksi Rp 10,12 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer non primer turun 1,79%, sektor property 1,56%, sektor infrastruktur 0,52%, sektor material dasar 0,48%, dan sektor kesehatan 0,41%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 1,35%, sektor consumer primer 0,52%, sektor keuangan 0,51%, dan sektor industry 0,26%.
Baca Juga
Meski IHSG ditutup berbalik ke zona merah, saham melesat hingga auto reject atas (ARA) bertaburan sepanjang hari ini. Di antaranya, saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) melesat 34,58% menjadi Rp 144 dan PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) naik 34,57% menjadi Rp 109.
ARA juga melanda saham PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) naik 24,81% menjadi Rp 322, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melesat 24,73% menjadi Rp 1.715, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 24,82% menjadi Rp 880, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menguat 19,91% menjadi Rp 25.900.
Lompatan juga melanda saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menguat 23,86% menjadi Rp 5.450 dan PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) naik 23,33% menjadi Rp 296.
Baca Juga
Sebaliknya beberapa saham ini catatkan penurunan paling dalam melanda, yaitu PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU), dan PT Golden Flower Tbk (POLU).
Pelemahan hari ini berbanding terbalik dengan performa IHSG kemarin yang berhasil torehkan kenaikan 55,53 poin (0,76%) menjadi 7.321,99 dengan nilai transaksi Rp 12,18 triliun. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,10 triliun.
Grafik IHSG

