Meski Naik Tipis, IHSG Ditutup Kembali ATH 8.126, Saham ARA Bertaburan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/9/2025), ditutup kembali cetak level penutupan tertinggi baru atau all time high (ATH) setelah naik tipis 1,36 poin (0,02%) menjadi 8.126 dengan nilai transaksi Rp 24,22 triliun. Bahkan, IHSG intraday sempat cetak level tertinggi 8.169.
Kenaikan indeks hari ini ditopang lompatan saham sektor industri 4,36%, sektor material dasar 1,20%, sektor properti 1,04%, sektor keuangan 0,37%, sektor transportasi 0,79%, dan sektor energi 0,62%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor lainnya. Penopang utama indeks hari ini datang dari lompatan saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BRPT dan PTRO dan saham emiten Haji Isam JARR dan PGUN.
Baca Juga
Mirae Asset: Kebijakan Menteri Keuangan Baru masih Jadi Perhatian Investor, Ini Saham Pilihan
Meski IHSG hanya naik tipis, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS) menguat 34,78% menjadi Rp 124. ARA juga melanda saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) sebanyak 25% menjadi Rp 280, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 25% menjadi Rp 4.250, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 24,68% menjadi Rp 2.880, dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) naik 24,65% menjadi Rp 2.250.
ARA juga melanda saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) melambung 24,60% menjadi Rp 466, saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) naik 24,58% menjadi Rp 2.230, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) naik 24,40% menjadi Rp 520, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menguat 19,94% menjadi Rp 10,675.
Meski Tak ARA, saham ini cetak kenaikan mengesankan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) naik 31,40% menjadi Rp 159, PT Tanah Laut Tbk (INDX) naik 21,05% menjadi Rp 276, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik 23,01% menjadi Rp 1.470, dan PT Timah Tbk (TINS) naik 22,18% menjadi Rp 1.460, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) naik 19,07% menjadi Rp 2.310.
Kemarin, IHSG ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa setelah naik 85,16 poin (1,06%) menjadi 8.125,20. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 5,54 triliun di seluruh pasar dengan penyumbang terbesar saham EMAS yang listing perdana di BEI hari ini menyumbang Rp 3,11 triliun dan NCKL menyumbang Rp 2,07 triliun. Transaksi tersebut dilakukan di pasar negosiasi melalui transaksi tutup sendiri atau crossing.
Baca Juga
16 Tol Gagal Penuhi Standar Pelayanan, Tarif Siap-siap Ditunda
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan hampir seluruh sektor saham, kecuali saham sektor teknologi dengan penurunan tipis 0,05%. Sisanya naik pesat, seperti sektor material dasar 2,84%, sektor properti 2,20%, sektor konsumer non primer 2,12%, sektor energi 2,27%, sektor keuangan 0,73%, dan sektor konsumer primer 0,82%. Penguatan indeks hari ini juga didukung lompatan harga saham emiten Prajogo Pangestu, seperti PTRO, BRPT, BREN, dan TPIA.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham EMAS melesat 25% menjadi Rp 3.600. Saham JARR sebanyak 22,79% menjadi Rp 3.340, SKBM naik sebanyak 25% menjadi Rp 675, SPMA naik 25% menjadi Rp 360, dan TEBE menguat 24,78% menjadi Rp 2.820. ARA juga melanda saham FISH sebanyak 24,88% menjadi Rp 2.510, RISE naik 24,74% menjadi Rp 1.790, GPSO naik 24,79% menjadi Rp 75, LPLI naik 24,27% menjadi Rp 640, PUDP naik 24,67% menjadi Rp 374, ITIC naik 24,87% menjadi Rp 482, dan PGUN naik 19,87% menjadi Rp 8.900.

