IHSG Ditutup Melesat 99,87 Poin, Saham ARA Bertaburan Dipimpin VAST
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/2/2026), ditutup melonjak sebanyak 99,87 poin (1,24%) menjadi 8.131. Rentang pergerakan 8.011-8.140 dengan nilai transaksi Rp 18,49 triliun.
Penguatan ini ditopang kenaikan pesat seluruh sektor saham, seperti sektor industry menguat 2,72%, sektor consumer primer 2,95%, sektor energi naik 1,58%, sektor material dasar menguat 1,58%, dan property menguat 1,97%. Kenaikan pesat juga melanda saham sektor keuangan 1,36%.
Baca Juga
OJK Respons Gejolak Pasar, Reformasi Struktural Jadi Kunci Pemulihan
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat sesi I, yaitu saham VAST menguat 34,65% menjadi Rp 171, FPNI naik 25% menjadi Rp 650, MSIN naik 25% menjadi Rp 380, NZIA menguat 25% menjadi Rp 310, KONI menguat 24,54% menjadi Rp 2.360, AKSI menguat 24,69% menjadi Rp 404, IFSH menguat 24,90% menjadi Rp 1.580, ALKA menguat 24,53% menjadi Rp 660, LINK melesat 24,67% menjadi Rp 2.830, PGUN naik 19,85% menjadi Rp 11.625.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 96,61 poin (1,22%) hingga kembali ke atas level 8.031. Penguatan tersebut ditopang kenaikan Sebagian besar saham, khususnya big cap. Di antaranya, EMAS melambung 15,38% ke level tertinggi baru Rp 7.500, DSSA menguat 8,87% menjadi Rp 92.950, dan DCII naik 3,59% menjadi Rp 226.400.
Baca Juga
Istana Harap Capim OJK Kuasai Ekosistem Jasa Keuangan agar IHSG Tak Anjlok Lagi
Adapun sektor saham penopang utama penguatan indeks awal pekan ini Adalah sektor material dasar dengan kenaikan 4,41%, sektor energi menguat 2,92%, sektor consumer primer 2,06%, sektor infrastruktur 1,23%, sektor consumer non primer 1,53%, dan sektor teknologi 0,81%. Sebaliknya zona merah melanda saham sektor kesehatan dan keuangan.
Kenaikan harga saham paling pesat sepanjang hari ini, yaitu empat saham naik hingga auto reject atas (ARA), saham PURI menguat 34,50% menjadi Rp 230, YELO menguat 33,82% menjadi Rp 91, IFSH menguat 24,63% menjadi Rp 1.265, dan LINK melesat sebanyak 24,73% menjadi Rp 2.270. Meski tak ARA, BUVA jusga melesat 22,16% menjadi 1.130
