IHSG Ditutup Melesat 1,19%, Saham ARA Bertaburan Dipimpin BIPI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026), ditutup menguat sebanyak 97,96 poin (1,19%) menjadi 8.310. Rentang pergerakan 8.212-8.310 dengan nilai transaksi Rp 21,86 triliun.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan seluruh sektor saham, seperti saham sektor transportasi 3,25%, sektor energi 2,45%, sektor consumer primer 2,00%, industry 1,91%, sektor infrastruktur 1,94%, dan sektor teknologi 1,35%.
Baca Juga
Eastspring Indonesia Menawarkan Tujuh Reksa Dana Melalui Bahana Sekuritas
Kenaikan indeks kali ini juga didukung penguatan harga saham sejumlah konglomerasi, khususnya Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu. Kenaikan harga juga didukung penguatan saham bank besar, seperti BMRI, BBCA, BBRI, dan BBNI.
Seiring dengan lompatan IHSG tersebut, beberpa saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PART naik 34,33% menjadi Rp 180, BIPI naik 34,52% menjadi Rp 226, ATAP naik 25% menjadi Rp 850, FOLK menguat 25% menjadi Rp 750, INDS naik 24,89% menjadi Rp 2.760, ROCK menguat 24,83% menjadi Rp 3.770, dan RMKO melesat sebanyak 24,62% menjadi Rp 810.
Baca Juga
Dukungan Lintas Sektor Percepat Proyek PLTP Dieng Unit 2 Mililk Geo Dipa
Adapun sepanjang pekan lalu, IHSG ditutup melambung melambung sebanyak 277,01 poin atau 3,49% menjadi 8.212. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi mingguan di 8.334. Penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan mayoritas pasar saham global.
Kenaikan IHSG ditopang lompatan sejumlah sektor saham, di antaranya sektor energi naik 11,94%, sektor konsumer primer 10,70%, sektor material dasar 9,66%, sektor industri 7,94%, serta sektor transportasi 6,67%.

