IHSG Ditutup berbalik Melemah 0,13%, Sebaliknya Saham ARA Bertaburan Dipimpin PPRE
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/12/2025), ditutup berbalik melemah 10,84 poin (0,13%) menjadi 8.649. Padahal, awal sesi sempat melesat ke level 8.720.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi melemah 3,45%, sektor material dasar 1,40%, infrastruktur turun 1,94%, sektor property melemah 0,71%. Sebaliknya lompatan melanda saham sektor kesehatan 3,50% dan keuangan 2,20%.
Penekan utama IHSG datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA sebanyak 5,08%, MLPT melemah 7,90%, MORA melemah 10,82%, dan BYAN melemah 2,61%. Tekanan juga datang dari pelemahan saham RAJA, RATU, PANI, hingga INKP.
Baca Juga
CIMB Niaga Targetkan Spin Off UUS Jadi Bank Syariah Awal Mei 2026
Meski IHSG terjungkal,sejumlah saham berikut justru berhasil cetak kenaikan hingga auoto reject atas (ARA), yaitu saham PPRE menguat 34,19% menjadi Rp 157, ERTX naik 34,03% menjadi Rp 256, dan VINS naik 34,18% menjadi Rp 212.
ARA juga melanda saham BEER sebanyak 25% menjadi Rp 260, CSIS naik 25% menjadi Rp 550, KONI naik 25% menjadi Rp 2.850, CARE menguat 25% menjadi Rp 725. ARA selanjutnya dicadtat MBSS sebanyak 24,79% menjadi Rp 2.240, KOKA sebanyak 24,75% menjadi Rp 252, BALI naik 24,71% menjadi Rp 2.170, RLCO menguat 24,55% menjadi Rp 685, dan NATO naik 24,51% menjadi Rp 254.
Meski tak ARA saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham DGIK menguat 25,36% menjadi Rp 173, IATA menguat 24,32% menjadi Rp 138, GMTD naik 22,90% menjadi Rp 2.630, DART naik 20,90% menjadi Rp 214, dan BBYB naik 20,21% menjadi Rp 565.
Baca Juga
Purbaya Bakal Hapus Utang Pemda untuk Infrastruktur Hilang Terdampak Bencana Sumatra
Adapun indeks sepanjang pekan lalu mencapai 0,32% menjadi 8.660. Kenaikan tersebut berdampak terhadap peningkatan kapitalisasi pasar (market cap) BEI menjadi Rp 15.882 triliun.
Berdasarkan data BEI, penyumbang utama lompatan indeks datang dari kenaikan harga saham emiten grup Bakrie, seperti BUMI melesat 54,62%, BRMS menguat 25,51%, ENRGI menguat 32,78%, dan DEWA melesat 46,84. Kenaikan juga ditopang penguatan saham big cap, seperti DSSA, BRPT, MORA, AMMN, dan DCII.
