Harga Ayam Broiler Cenderung Turun, Bagaimana dengan Potensi Cuan Saham Charoen (CPIN)?
JAKARTA, investortrust.id – Rata-rata harga jual anak ayam usia sehari (day-old chicken /DOC) diprediksi cenderung turun dalam bebera bulan mendatang, menyusul penurunan harga ayam broiler dalam tiga bulan berturut-turut. Sedangkan rilis kinerja keuangan semester I bisa menjadi sentimen positif terhadap saham sektor ini.
Meski demikian, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan hold saham emiten peternakan dan pakan ternak ayam, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dengan target harga Rp 5.825.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Saragih menjelaskan, rata-rata harga DOC secara bulanan melampaui ekspektasi, namun tingkat pertumbuhannya terus melambat. Rata-rata harga DOC periode Juni 2024 di Jawa Barat naik menjadi Rp 7.688 per ekor atau naik 3,2% dari bulan sebelumnya dan terapresiasi 5,1% dari periode sama tahun lalu (yoy). Level ini jadi harga DOC bulanan tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga
Sebaliknya, harga rata-rata bulanan ayam broiler turun 8% (MoM) dan terkoreksi 15.6% (yoy) menjadi Rp 19.365 per kg. “Harga rata-rata ayam broiler sejalan dengan perkiraan kami dan menandai penurunan bulanan ketiga berturut-turut,” tulis Andreas dalam riset yang dipublikasikan pada Jumat (12/7/2024).
Lebih luas lagi, rata-rata harga DOC sepanjang semester I-2024 tumbuh 53,8% (yoy) dan naik 31% dibandingkan rata-rata harga sepanjang 2023 hingga mencapai Rp 6.065 per ekor.Di sisi lain, harga rata-rata kumulatif ayam broiler pada paruh pertama tahun ini meningkat moderat, yakni 6,6% (yoy) dan naik 5,3% dibandingkan rata-rata harga 2023, yaitu mencapai Rp 20.441 per kg.
“Kami mengaitkan pertumbuhan ini dengan program bantuan sosial pemerintah, sehingga meningkatkan daya beli, serta dampak positif penerapan culling tahun lalu yang memperbaiki ketidakseimbangan pasokan dan permintaan,” jelas Andreas.
Baca Juga
Citi Indonesia Sepakati Kredit Sindikasi Bergulir untuk Charoen Pokphand (CPIN)
Sementara itu, rata-rata harga jagung dalam negeri sebagai bahan baku pakan ayam turun 9,2% (yoy) atau 2,3% (MoM) menjadi Rp 5.653 per kg pada Juni 2024. Dalam enam bulan pertama tahun ini, harga rata-rata jagung mencapai Rp 6.618 per kg, lebih tinggi dibandingkan Rp 6.010 per kg pada periode sama tahun lalu.
Harga rata-rata jagung bulanan melaporkan pertumbuhan bulanan negatif selama empat bulan berturut-turut, kemungkinan disebabkan tingginya pasokan selama musim panen.
Badan Pangan Nasional menerbitkan Peraturan Nomor 06 Tahun 2024 pada 13 Juni 2024 yang menetapkan harga referensi baru untuk jagung kering, telur ayam ras, DOC ayam broiler, dan daging ayam broiler.
Peraturan tersebut mengubah regulasi sebelumnya No. 05/2022 dan relaksasi harga referensi terkait. Harga referensi telur ayam ras dan daging ayam ras di tingkat produsen direvisi naik masing-masing sebesar Rp 2.500-4.500 per kg dan Rp 2.000-4.000 per kg.
Baca Juga
Charoen Phokpand (CPIN) Putuskan Bagi Dividen Rp 130 Per Saham
Harga acuan Jagung kering di tingkat konsumen dinaikkan Rp 800 per kg menjadi Rp 5.800 per kg, dan harga acuan DOC Broiler direvisi naik menjadi Rp 7.000-11.000 per ekor dari sebelumnya kisaran Rp 5.500-6.500 per ekor.
Ke depan, Andreas memproyeksi, harga rata-rata bulanan DOC akan turun dalam beberapa bulan, menyusul penurunan harga ayam broiler selama tiga bulan berturut-turut. “Kami memutuskan untuk mempertahankan peringkat netral bagi sektor unggas,” ujarnya.
Peringkat neutral tersebut, ungkap Andreas, bisa berubah menjadi overweight didorong kinerja perusahaan sepanjang semester I-2024 yang lebih baik, dibandingkan eskpektasi. Ada juga katalis positif kelanjutan program bantuan pangan dari pelantikan pemerintahan baru, yang berencana menggelontorkan anggaran Rp 70 triliun untuk program makan siang gratis.
Grafik Saham CPIN

