Kinerja Diprediksi Tak Sesuai Harapan, Begini Dampak Bagi Saham Charoen (CPIN)
JAKARTA, Investortrust.id – Pertumbuhan kinerja keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diprediksi lebih rendah, dibandingkan perkiraan. Hal ini dipicu atas penurunan pertumbuhan pendapatan dari segmen DOC dan lesunya pendapatan dari segmen broiler hingga akhir Semester I-2023.
Phillip Sekuritas merevisi turun target pendapatan CPIN dari Rp 64,98 triliun menjadi Rp 63,44 triliun pada 2023. Sedangkan laba bersih direvisi turun dari Rp 8,48 triliun menjadi Rp 3,54 triliun.
Baca Juga
“Kami memperkirakan EPS tahun ini bakal lebih rendah, dibandingkan estimasi semula dari Rp 295 menjadi Rp 216. Pemangkasan target pertumbuhan dipengaruhi atas penurunan margin keuntungan bisnis perseroan,” tulis analis Phillip Sekuritas Marvin Lievincent dalam riset yang diterbitkan, beberapa hari lalu.
Terkait performa tahun 2024, dia mengatakan, Phillip Sekuritas juga memangkas turun target pendapatan dari Rp 72,1 triliun menjadi Rp 70,1 triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan hanya mencapai Rp 4,59 triliun, dibandingkan perkiraan semula Rp 5,96 triliun.
Hingga semester I-2023, perseroan membukukan penurunan laba bersih dari Rp 2,41 triliun menjadi Rp 1,37 triliun. Sedangkan pendapatan bertumbuh 7,87% dari Rp 28,63 triliun menjadi Rp 30,89 triliun. Penurunanl aba dipengaruhi atas anjloknya margin keuntungan bersih dari 8,4% menjadi hanya 4,5%.
Baca Juga
Meski target kinerja keuangan perseroan dipangkas, Phillip Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham CPIN dengan target harga Rp 6.500. Target tersebut mempertimbangkan potensi pertumbuhan ke depan dan kuatnya neraca keuangan perseroan. Saat ini, valuasi saham CPIN masih menarik untuk dijajaki menggambarkan perkiraan PE tahun ini sekitar 17,68 kali.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan posisi Charoend (CPIN) sebagai pemimpin pasar emiten pertenakan dan pakan ayam di Indonesia. Perseroan telah memiliki bran yang kuat di tengah masyarakat dan memiliki posisi yang paling diuntungkan saat pasar daging ayam kembali melesat.
Baca Juga
Pakar UI Sebut Kondisi Ekonomi di Tahun Politik Lebih Kondusif, Ini Dasarnya
Berdasarkan data perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/10/2023), saham CPIN ditutup menguat Rp 200 (3,69%) menjadi Rp 5.625.

