Pasokan Ayam Membanjir, Target Saham Charoen Pokphand (CPIN) Dipotong
JAKARTA, investortrust.id – Target saham emiten pakan ternak dan ayam olahan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dipangkas turun dari Rp 6.300 jadi Rp 4.800 untuk periode 3 hingga 12 bulan ke depan.
Tim Riset BNI Sekuritas bahkan menurunkan rating CPIN dari buy menjadi sell. Sementara target price 4.800 merupakan refleksi dari asumsi prece earning ratio tahun 2024 sebesar 20 kali, atau 2 standar deviasi di bawah rata-rata 3 tahun.
‘’Kondisi kelebihan pasokan yang terus-menerus tidak menjadi pertanda baik bagi perkembangan laba CPIN dan berakibat negatif terhadap harga sahamnya,’’ ulas BNI Sekuritas dalam riset yang diterbitkan pekan ini.
Sejatinya upaya pemusnahan ayam oleh pemerintah untuk mengerek harga yang dilakukan sejak Agustus 2023 belum membuahkan hasil positif. Sebab kenyataannya harga ayam tetap rendah. Khusus harga ayam broiler mengalami penurunan 2% MoM di bulan Oktober, turun di bawah titik harga impas sebesar Rp 20.000/kg, meskipun meningkat sebesar 19% YoY. (Poultry prices continue to decline in Oct).
Baca Juga
Charoen Pokhpand (CPIN) Kantongi Laba Rp 2,67 Triliun Kuartal III-2023
Pada saat yang sama, harga DOC (Day Old Chick) merosot 19% MoM. Menjelang akhir bulan November situasi semakin memburuk dengan harga ayam broiler turun sebesar 19% MTD (sumber: Arboge).
Harga DOC juga mengikuti tren tersebut dengan penurunan MTD sebesar 25%-46%. Terlepas dari melemahnya permintaan. ‘’Penurunan harga unggas dapat disebabkan oleh masalah kelebihan pasokan yang semakin parah yang berasal dari peningkatan produktivitas peternakan unggas setelah impor GPS (Grand Parent Stock) pada tahun 2021,’’ tulis BNI Sekuritas.
Lebih lanjut BNI Sekuritas memperkirakan masalah kelebihan pasokan ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2025. Selain itu bisnis perunggasan juga dirundung harga pakan yang tinggi, melonjak sebesar 7% MoM mencapai Rp6.000/kg pada akhir bulan November. Akibatnya pemerintah merespons dengan merevisi naik target impor jagung dari 500.000 ton menjadi 1,2 juta ton, dengan potensi alokasi yang menguntungkan pemain-pemain besar di industri ini.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Naik, Saham CPIN, AMRT, dan TBIG Direkomendasikan Trading Buy
‘’Menghadapi tekanan kenaikan bahan baku ini, dimungkinkan CPIN akan meneruskan biaya yang meningkat, meskipun berpotensi merugikan bisnis unggasnya,’’ ulas BNI Sekuritas.
Melihat perkembangan terkini, Tim Riset BNI Sekuritas merevisi turun perkiraan laba CPIN 2023-2025 sebesar 7%-10% (4%-5% dibawah perkiraan konsensus). Revisi ini didasarkan pada asumsi Tim Riset BNI Sekuritas terhadap harga DOC dan ayam broiler yang lebih rendah, serta antisipasi marjin pakan yang lebih rendah akibat kenaikan biaya pakan.
‘’Oleh karena itu kami memproyeksikan pertumbuhan laba sebesar 7% YoY pada tahun 2023, dengan ekspektasi pertumbuhan sebesar 23% YoY pada tahun 2024,’’ demikian Tim Riset BNI Sekuritas.

