Charoen Pokphand (CPIN) Bidik Kenaikan Penjualan 10%
JAKARTA, investortrust.id - Emiten agribisnis, PT Charoen Phokpand Indonesia Tbk (CPIN), membidik pertumbuhan pendapatan sebanyak 10% tahun 2024.
Direktur CPIN Ong Mei Sian mengatakan, pertumbuhan pendapatan perseroan sangat dipengaruhi harga jual daging ayam di pasaran. Jika harga ayam tahun ini berada di atas rata-rata harga tahun lalu, pendapatan dipastikan bertumbuh. “Kalau revenue ditargetkan bertumbuh sekitar 5-10% tahun ini,” ujarnya pada paparan publik CPIN, Selasa (21/5/2024).
Baca Juga
Charoen Phokpand (CPIN) Putuskan Bagi Dividen Rp 130 Per Saham
Sebagai catatan, hingga kuartal I-2024, enjualan konsolidasi CPIN naik 9% menjadi Rp 15,91 triliun, dibandingkan Rp 14,56 triliun pada periode sama tahun 2023. Dengan data tersebut, perseroan optimistis pertumbuhan berlanjut sampai akhir tahun ini.
Laba bersih CPIN melesat 196% dari Rp 240,06 miliar menjadi Rp 710,96 miliar pada kuartal I-2024. “Laba kotor, laba bersih, dan laba usaha meningkat pesat kuartal I-2024, yaitu laba kotor naik 45%, laba usaha sebanyak 153%, dan laba bersih mencapai 196%,” ujar Ong.
Baca Juga
Musim Panen Jagung Dimulai, Bagaimana Dampaknya bagi Saham CPIN, JPFA, dan MAIN?
Penyumbang terbesar pendapatan perseroan hingga Maret 2024, yaitu penjualan poultry farming (peternakan unggas) mencapai 55%, poultry feed (makanan ternak) 24%, dan proses chicken atau daging ayam olahan 19%.
Grafik Saham CPIN

