Charoen (CPIN) Adalah Pemimpin Pasar dengan Sejumlah Keunggulan, Sahamnya Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memiliki sejumlah keunggulan, sehingga saham emiten peternakan dan produsen pakan ayam ini layak direkomendasikan beli. Rekomendasi beli sahamnya juga menggambarkan posisi perseroan sebagai pemimpin pasar industry.
Rekomendasi beli tersebut juga merefleksikan proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan lebih lanjut ke depan. Laba bersih tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 2,71 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 2,31 triliun.
Baca Juga
Begini Prospek dan Target Saham Emiten Peternakan, CPIN Jadi Pilihan Teratas
Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania mengatakan, saham CPIN layak ditempatkan sebagai pilihan teratas untuk sektor peternakan ayam didukung beberapa factor berikut. Pertama, CPIN merupakan proxi terhadap pertumbuhan segmen kelas menengah di Indonesia.
Estimasi Kinerja Keuangan CPIN
Sumber: Sucor Sekuritas
CPIN, sebut Clara, menunjukkan outlook pertumbuhan laba yang pesat didukung dengan kemampuan kuat untuk menghasilkan arus kas besar di tengah perbaikan regulasi industry dan normalisasi biaya bahan baku. “Faktor tersebut mendorong kami untuk mengisiasi riset saham CPIN dengan Keputusan rekomendasi beli dengan target harga Rp 6.000,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Sucor Sekuritas juga menyebutkan bahwa Charoen (CPIN) merupakan Perusahaan unggas terintegrasi, yaitu memproduksi pakan ternak, pembibitan ayam, dan pemrosesasan makanan berbahan baku daging ayam. Integrasi bisnis tersebut memberikan nilai unggul perseroan, dibandingkan perusahaan peternakan ayam lainnya.
Keunggulan tersebut terdiri atas control kualitas produk lebih baik, efisiensi operasional, dan paling diuntungkan di tengah penguatan ekonomi. Saat ini, perseroan menguasai pangsa pasar produksi pakan ternak sebanyak 32%. Sedangkan produksi DOC mencapai 38%.
Baca Juga
19 BUMN Masuk Daftar Fortune Indonesia 100 Tahun 2024, Siapa Saja?
Sucor Sekuritas juga menyebutkan industir peternakan ayam telah pulih kuat sejak isu oversuplly pada 20017-2022. Pemulihan tersebut setelah pemerintah memangkas besar-besaran kuota impor GPS menjadi 530 ribu indukan ayam dilanjutkan dengan program pemusnahan induk ayam.
Pemulihan industry juga ditopang atas peningkatan konsumsi rumah tangga menjadi US$ 182,3 miliar pada 2023. Hal ini membuat harga jual daging ayam Kembali naik dan begitu juga dengan harga DOC. “Perseroan juga akan mendapatkan sentiment positif tambahan dari program presiden terpilih untuk mengimplemetasikan program makan siang gratis dan bergizi,” tulisnya.
Grafik Saham CPIN

