Emas Meningkat Pasca Data Indeks PCE AS yang Melemah, Berapa Batas Atas Harganya?
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas naik ke zona US$ 2.332 per troy ons setelah laporan utama inflasi AS secara umum sejalan dengan ekspektasi, meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve dapat memangkas suku bunga pada bulan September.
Menilik proyeksi harganya, harga emas meningkat dengan batas bawah (support) saat ini beralih ke area US$ 2.300 dan batas atas resistance terdekat berada di area US$ 2.360. Support terjauhnya berada di area US$ 2.285 hingga ke area US$ 2.250. "Sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.388 hingga ke area US$ 2.410," tulis riset ICDX, Senin (1/7/2024).
Data ekonomi AS pada hari Jumat melaporkan inflasi AS, dalam bentuk pengukur inflasi yang disukai The Fed, Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi, menunjukkan pendinginan di bulan Mei, ke 2,6% tahunan di bulan Mei dari 2,7% sebelumnya, sesuai dengan ekspektasi. PCE Inti juga melambat ke 2,6% dari 2,8% sebelumnya sesuai prakiraan.
Baca Juga
Data mengindikasikan inflasi terus turun menuju target 2,0% The Fed. Data Belanja Pribadi naik 0,2% di bulan Mei dibandingkan prakiraan 0,3% dari 0,1% di bulan April, data dari Biro Analisis Ekonomi AS menunjukkan. Sehingga pasar menilai data ini sebagai harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada bulan September dan lagi pada bulan Desember.
Pada pertemuan sebelumnya, Gubernur Fed Michelle Bowman, pada hari Kamis mengatakan, The Fed belum berada pada titik di mana mereka dapat mempertimbangkan untuk melakukan penurunan suku bunga.
Baca Juga
Porsi Investasi Berupa Emas Disarankan Minimal 10%, Apa Alasannya?
Sebelumnya, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan The Fed telah mulai memprakirakan penurunan suku bunga di masa depan, yang mengindikasikan rencana yang lebih konkrit daripada ketergantungan pada data yang tidak jelas seperti komentar para pejabat The Fed sebelumnya.
Bostic memprakirakan penurunan suku bunga pada kuartal keempat kemungkinan akan diikuti oleh penurunan empat perempat poin pada tahun 2025, dan menambahkan bahwa ketika The Fed mulai menurunkan suku bunga, ini akan menjadi yang pertama dalam serangkaian penurunan suku bunga; itulah alasan untuk bersabar.

