Harga Emas Tetap Mengkilau, Berapa Prediksi Batas Atas dan Bawahnya?
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas masih berada pada level tinggi dengan beralih ke zona US$ 2.357. Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil treasury Amerika Serikat (AS) yang membuat emas kurang menarik bagi para pelaku pasar, serta beberapa narasi hawkish dari para pejabat Fed membuat ekspektasi akan penurunan suku bunga pada September tahun ini kembali menurun.
Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui batas atas (resistance) terdekat pada level US$ 2.379. "Namun apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui batas bawah (support) terdekat pada level US$ 2.325," tulis riset ICDX Group, Rabu (29/5/2024).
Adapun saat ini pelaku pasar masih memantau kebijakan suku bunga The Fed serta beberapa data ekonomi yang akan rilis pada minggu ini.
Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE Inti) AS dijadwalkan untuk rilis pada Jumat (31/5/2024). Selain itu, John Williams dari The Fed juga akan memberikan pidato pada minggu ini.
Saat ini Index Core PCE diperkirakan meningkat sebesar 0,3% MoM di bulan April. Tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi di AS dapat memicu kemungkinan penundaan penurunan suku bunga The Fed, sehingga memberikan tekanan jual pada emas.
Melihat data ekonomi yang tersedia, kepercayaan konsumen sedikit meningkat pada Mei, naik menjadi 102,0 pada Mei dari 97,0 pada bulan April, dan berada diatas ekspektasi sebesar 95,9.
Sementara itu, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan, bank sentral harus menunggu kemajuan signifikan dalam inflasi sebelum memangkas suku bunga, menambahkan bahwa ia memperkirakan tidak lebih dari dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024.
Kemudian, keadaan konflik yang belum mereda di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran akan resiko geopolitik sehingga menjaga demand emas sebagai safe haven aset tetap tinggi.
Saat ini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, untuk melanjutkan perang melawan Hamas di tengah kecaman internasional atas serangan udara di Rafah.

