Emas Tergelincir Pasca Data Ekonomi AS yang Positif, Berapa Batas Harga Bawahnya
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas turun ke zona US$ 2.320 per troy ons, terbebani oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS yang kuat.
Terkait proyeksi harganya, menurut riset ICDX, Senin (24/6/2024) harga emas turun dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.300 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.360. Support terjauhnya berada di area US$ 2.285 hingga ke area US$ 2.250, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.388 hingga ke area US$ 2.410.
Baca Juga
Pada hari Jumat, IMP Gabungan AS untuk bulan Juni melampaui ekspektasi, naik ke 54,6 dari pembacaan bulan Mei sebesar 54,5. Angka ini menandai level tertinggi sejak April 2022. IMP Manufaktur meningkat ke angka 51,7 dari angka 51,3, melebihi prakiraan 51,0. Demikian pula, IMP Jasa naik ke 55,1 dari 54,8 di bulan Mei, melampaui estimasi konsensus 53,7.
Aktivitas bisnis AS merangkak naik ke level tertinggi dalam 26 bulan pada bulan Juni di tengah pulihnya lapangan kerja. Data pada hari Kamis menunjukkan permohonan tunjangan pengangguran AS yang pertama kali turun secara moderat pada minggu lalu. Meskipun para pelaku pasar mempermkirakan The Fed kemungkinan menurunkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini. Sebaliknya, para pengambil kebijakan The Fed terus berargumentasi mendukung penurunan suku bunga hanya sekali pada tahun ini
Baca Juga
Pada pertemuan sebelumnya, Presiden The Fed Bank of Richmond Tom Barkin mengatakan pada hari Kamis bahwa bank sentral berada dalam posisi yang tepat dengan daya tembak yang diperlukan untuk pekerjaan itu, tetapi akan belajar lebih banyak lagi selama beberapa bulan ke depan. Sementara itu, Presiden The Fed Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa mungkin diperlukan waktu satu atau dua tahun untuk mengembalikan inflasi ke 2%.

