Emas Tuai Koreksi Usai Rilis PCE Inflasi AS, Simak Analisa Harganya Berikut Ini
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas beralih ke zona US$ 2.330 didorong oleh data PCE Amerika Serikat yang rilis pada Jumat (31/5/2024) lalu. Core Price Consumption Exoenditure yang merupakan indeks inflasi pilihan Federal reserve di mana indeks ini turun ke angka 0,2%. Angka ini meleset dari perkiraan pasar yang memperkirakan indeks berada diangka 0,3% seperti bulan sebelumnya.
Laporan inflasi PCE AS baru-baru ini belum memadai untuk mendorong pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan bank sentral mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk target inflasi sebesar 2%.
Menilai dari sisi teknis, harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level US$ 2.364. "Namun, apabila menemui katalis negatif, maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level US$ 2.300," tulis riset ICDX, Senin (3/6/2024).
Baca Juga
Para pelaku pasar awalnya memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan pada bulan Maret, namun kini ekspektasi bergeser pada bulan September. Hal ini membebani logam mulia seperti emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Walaupun indeks PCE AS turun dibandingkan bulan lalu, namun angka PCE tahunan meningkat 2,7% year on year. Angka tersebut sesuai dengan yang diharapkan.
Disamping data tersebut, pertumbuhan ekonomi Amerika saat ini lebih lambat yang disesbabkan oleh belanja konsumen yang lebih rendah, dimana hal ini diharapkan dapat menahan inflasi, dan meningkatkan probabilitas The Fed menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Masih Cuan 18,24% Ytd
Segi permintaan emas tetap tinggi didorong oleh pembeli Asia yang membeli logam mulia sebagai untuk melindungi asset mereka karena mata uang yang terdepresiasi terhadap dolar AS yang menguat. Hal ini menjadi indikasi bahwa kekuatan dolar AS saat ini tidak lagi menjadi faktor kuat yang memperngaruhi emas, Karena walaupun imbal hasil treasury AS meningkat, harga emas masih berada pada level yang cukup tinggi.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan menyetujui usulan Presiden Biden untuk gencatan senjata di Gaza. Negosiasi berlangsung saat serangan di Rafah berlanjut setelah serangan udara intensif Israel selama akhir pekan.
"Ketegangan ini diperkirakan masih menjadi fokus para pelaku pasar. Di mana apabila ketegangan tersebut meningkat, kemungkinan akan meningkatkan arus asset safe haven yang berpotensi meningkatkan harga emas," tulis riset.

