Wall Street Rebound Setelah Rilis Data Inflasi PCE, Tiga Indeks Utama Kompak Menguat
Poin Penting
- Dow Jones naik 299,97 poin, Nasdaq bertambah 0,44%, S&P 500 naik 0,59%.
- Meski rebound, Nasdaq dan S&P tetap turun secara mingguan.
- Inflasi inti AS di level 2,9% sesuai perkiraan, pasar tetap perkirakan pemangkasan suku bunga.
- Saham teknologi, termasuk Oracle, menekan kinerja pasar pekan ini.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS naik pada Jumat waktu AS atau Sabtu (27/9/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 299,97 poin, atau 0,65%, menjadi 46.247,29. S&P 500 bertambah 0,59% jadi 6.643,70, sementara Nasdaq Composite naik 0,44% ke 22.484,07.
Reli Jumat memutus tren penurunan tiga hari untuk indeks utama, tetapi masih menutup minggu dengan pelemahan. Nasdaq Composite dan S&P 500 turun masing-masing 0,7% dan 0,3%, menandai pekan pertama melemah dalam empat minggu. Dow terkoreksi 0,2%.
Baca Juga
Wall Street Melemah Tiga Hari Beruntun, Dow Tergerus Lebih dari 400 Poin
Inflasi inti indeks harga belanja konsumsi pribadi (PCE/personal consumption expenditures) Agustus, ukuran inflasi pilihan The Fed – yang mengecualikan biaya makanan dan energi – berada di 2,9% secara tahunan (yoy/year on year) yang disesuaikan secara musiman. Angka itu sesuai dengan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Dow Jones.
Indeks semua komponen menunjukkan tingkat tahunan 2,7% serta kenaikan bulanan 0,3%, juga sesuai dengan ekspektasi. Pasar terus memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed mendatang, menurut CME FedWatch Tool, sejalan dengan proyeksi bank sentral.
Hasil ini sedikit memengaruhi reaksi pasar, dengan kontrak berjangka saham bergerak lebih tinggi, menyusul data ketenagakerjaan yang solid pada Kamis dan revisi ke atas PDB kuartal kedua menjadi 3,8% yang sedikit meredam sentimen bullish. Investor khawatir klaim pengangguran yang lebih rendah bisa berarti ekonomi dalam kondisi cukup baik sehingga The Fed punya alasan lebih sedikit untuk memangkas suku bunga.
Baca Juga
“Setelah penurunan pasar luas selama tiga hari, ini cukup untuk menarik pembeli kembali,” ujar David Russell, kepala strategi pasar global di TradeStation, seperti dikutip CNBC. Menurut dia, klaim pengangguran dan revisi PDB sebelumnya sempat melemahkan narasi dovish, tetapi data PCE menenangkan sebagian kekhawatiran itu.
Sentimen konsumen September juga hampir sesuai ekspektasi, dengan pembacaan Universitas Michigan hanya sedikit lebih rendah dari perkiraan. Sentimen bulan ini terutama stabil di kalangan mereka dengan kepemilikan saham besar.
Namun, pasar masih terhambat oleh kerugian berkelanjutan di raksasa perangkat lunak Oracle dan pemain kecerdasan buatan lainnya di tengah pertanyaan mengenai kekuatan perdagangan AI. Oracle tercatat turun lebih dari 8% minggu ini.

