Wall Street Menghijau, Tiga Indeks Utama Kompak Menguat
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar Wall Street mengalami pembalikan pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa (26/9/2023) WIB. Ketiga indeks utama kompak menguat.
Baca Juga
Indeks S&P 500 yang sempat mengalami penurunan cukup besar sebelumnya, bergerak naik di minggu terakhir bulan September.
Indeks yang lebih luas naik 0,4% menjadi 4.337,44. Nasdaq Composite ditutup lebih tinggi sebesar 0,45% pada 13,271.32. Rata-rata Dow Jones Industrial menambahkan 43,04 poin, atau 0,13%, menjadi 34.006,88. Ketiga indeks utama menghentikan penurunan empat hari berturut-turut.
Baca Juga
Wall Street Ambles, Tiga Indeks Utama Terperosok Lebih dari 1%
Abaikan Yield Obligasi
Imbal hasil Treasury 10-tahun terakhir lebih tinggi sebesar 10 basis poin pada 4,542%, mencapai level tertinggi sejak tahun 2007 ketika mencapai 4,57%.
Saham secara umum mengabaikan pergerakan di pasar obligasi.
Raksasa kimia Dow menjadi anggota indeks 30 saham dengan kinerja terbaik, naik 1,7% setelah peningkatan dari JPMorgan. Delapan dari 11 sektor S&P 500 berada di wilayah positif, dengan sektor energi memimpin kenaikan, naik 1,3%.
Saham Amazon naik lebih dari 1% setelah raksasa ritel online itu mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya akan berinvestasi hingga $4 miliar di perusahaan kecerdasan buatan Anthropic.
“Performa ini sangat kuat. Dan menurut saya ada dua alasan mengapa pasar tidak melemah, salah satunya menurut saya bersifat teknis, karena [ada] banyak dukungan untuk pasar di angka 4,300,” kata Jay Hatfield, CEO di Infrastructure Capital Advisors, sebagaimana dikutip dari CNBC internasional.
“Ini mungkin tidak bertahan, tetapi ada dukungan di sana. Kemudian orang-orang menunggu saat yang tepat untuk kembali mengikuti booming perdagangan AI,” tambahnya.
Saham-saham mengalami kesulitan bulan ini karena Federal Reserve mengisyaratkan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga membuat imbal hasil obligasi lebih tinggi.
Saham Energi
Pasar juga menghadapi kenaikan harga minyak mentah dan kenaikan dolar secara beruntun selama bulan perdagangan yang lemah secara musiman. Energi adalah sektor S&P 500 dengan kinerja terbaik di bulan September, naik lebih dari 2%.
S&P 500 telah jatuh hampir 4% pada bulan September, merupakan laju penurunan bulan kedua berturut-turut dan bulan terburuk sejak Desember.
Nasdaq Composite yang padat teknologi turun 5,4% pada bulan September karena saham-saham yang sedang berkembang menanggung beban aksi jual terbesar, juga menuju kerugian bulanan terbesar sejak Desember. Blue-chip Dow turun 2% bulan ini.
Investor juga memantau dengan cermat kemajuan resolusi anggaran di Washington. Para anggota parlemen pada akhir pekan menyatakan sedikit tanda-tanda pergerakan mengenai kesepakatan yang akan menjaga pendanaan pemerintah AS untuk sisa tahun fiskal ini. Pada hari Senin, Moody’s Investors Service memperingatkan bahwa penutupan (shutdown) akan menjadi peristiwa “negatif terhadap kredit” bagi AS.
Baca Juga
Gawat! Utang Pemerintah AS Tembus US$ 33 Triliun, US$ 8 Triliun Lebih Besar dari PDB

