Meski Harganya Terjangkau, Berapa Batas Konsumsi Telur Setiap Hari?
JAKARTA, investortrust.id - Telur memang menjadi pilihan populer di banyak keluarga karena harganya yang terjangkau dan gampang untuk diolah menjadi hidangan lezat. Lama menjadi bahan perdebatan, penelitian terkini menunjukkan bahwa mengonsumsi telur setiap hari tidak terlalu berdampak negatif pada kesehatan
Dahulu, ada aturan ketat membatasi konsumsi telur menjadi satu atau dua kali seminggu karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, mencapai sekitar 200 miligram per butir. Hal ini sejalan dengan anjuran untuk membatasi asupan kolesterol harian sekitar 300 mg.
Keterkaitan antara kolesterol dalam telur dan risiko penyakit jantung telah menjadi keyakinan yang menghindarkan sebagian orang dari mengonsumsi telur. Meskipun memang benar bahwa telur memiliki kandungan kolesterol yang lebih tinggi daripada beberapa makanan lainnya, tidak dapat dipungkiri bahwa telur juga menyajikan senyawa-senyawa dan nutrisi berharga yang memiliki peran dalam melawan berbagai penyakit.
Baca Juga
5 Cara Merawat Jantung di Usia Muda, Salah Satunya Aktif Berolahraga
Namun, penelitian terbaru telah mengubah pandangan ini secara signifikan. Dilansir dari healthline, terbukti bahwa dampak kolesterol dari makanan terhadap kadar kolesterol dalam darah, khususnya kolesterol jahat LDL, ternyata sangat minim. Sebaliknya, lemak jenuhlah yang memainkan peran utama dalam menentukan tingkat kolesterol.
Lebih mengejutkan lagi, sebagian besar kolesterol yang ada dalam tubuh kita sebenarnya diproduksi oleh hati, bukan berasal dari makanan yang kita konsumsi. Konsumsi lemak jenuhlah yang mendorong produksi kolesterol oleh hati.
Walau telur mengandung kolesterol, manfaat kesehatannya sangat beragam. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan tetap memiliki risiko. Jumlah telur yang sesuai untuk dikonsumsi setiap harinya sangat tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu. Faktor seperti genetika, riwayat keluarga, cara memasak, pola makan secara keseluruhan, dan lingkungan tempat tinggal dapat memengaruhi asupan telur yang aman.
Bahkan, sebuah penelitian dari Heart BMJ yang melibatkan hampir setengah juta orang di Tiongkok menunjukkan bahwa mengonsumsi telur setiap hari justru dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke.
Penting juga untuk mempertimbangkan total asupan kolesterol dari makanan lain selain telur. Jika asupan kolesterol dari sumber makanan lain rendah, maka konsumsi telur dapat dilakukan dengan lebih longgar. Sebaliknya, pola makan tinggi kolesterol memerlukan batasan konsumsi telur.
Rekomendasi dari American Heart Association menyarankan untuk mengonsumsi maksimal satu butir telur setiap hari. Sedang orang dengan kolesterol darah tinggi, terutama yang memiliki diabetes atau risiko gagal jantung, disarankan mengurangi telur.
Sedangkan untuk orang lanjut usia dengan kadar kolesterol normal dan pola makan sehat, konsumsi maksimal dua butir telur setiap hari dianjurkan. Dalam konteks ini, bagi orang dewasa yang sehat, mengonsumsi 1-2 butir telur setiap hari sebagai bagian dari pola makan masih aman dan sesuai. Namun, lebih baik untuk tidak memakan bagian kuning telurnya ya.

