Tanda-Tanda Pemulihan Sido Muncul (SIDO) Terlihat, Bagaimana Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Performa keuangan PT Sido Muncul Tbk (SIDO) diproyeksikan pulih tahun ini, seiring dengan keberhasilan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang kuartal I-2024.
Phillip Sekuritas menargetkan penjualan SIDO meningkat menjadi Rp 3,8 triliun tahun ini dan diharapkan menjadi Rp 4,1 triliun tahun 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,56 triliun. Laba bersih juga diharapkan kembali menyentuh level di atas Rp 1 triliun tahun 2024 dan menjadi Rp 1,17 triliun tahun 2024, dibandingkan tahun lalu Rp 951 miliar.
Baca Juga
Divestasi Saham Rp 3,69 Triliun, Private Equity Affinity Tinggalkan Sido Muncul (SIDO)
Analis Phillip Sekuritas Helen dalam riset yang diterbitkan pekan lalu menyebutkan bahwa pertumbuhan kinerja keuangan akan didukung atas estimasi peningkatan penjualan produk herbal, seperti Tolak Angin.
“Kami memperkirakan penjualan Tolak Angin kmebali meningkat memasuki musim penghujan yang diharapkan mulai melanda semester II tahun ini. Pertumbuhan laba perseroan juga akan didukung penurunan harga bahan baku, seperti Taurine dan Citric yang bisa berimplikasi terhadap kenaikan marigin keuntungan tahun ini,” tulis riset tersebut.
Potensi pemulihan kinerja keuangan Sido Muncul (SIDO) terlihat dari kenaikan pendapatan perseroan sebanyak 16,1% dari Rp 907 miliar menjadi Rp 1.05 triliun pada kuartal I-2024. Begitu juga dengan laba bersih melambung 30% dari Rp 300 miliar menjadi Rp 390 miliar.
Baca Juga
Memasuki Masa Pemulihan, Begini Prospek Kinerja dan Saham Sido Muncul (SIDO)
Realisasi kinerja tersebut menggambarkan kenaikan margin kotor (GPM) dari 53,3% menjadi 59,3%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih (net profit margin/NPM) naik dari 33,1% menjadi 37,1%.
Peningkatan kinerja tersebut didukung faktor kenaikan konsumsi masyarakat selama pemilu dan bulan puasa hingga puasa selama kuartal tersebut. Seluruh segmen produk perseroan menunjukkan kenaikan signifikan, seperti penjualan produk herbal dan suplemen, minuman berenergi, dan vitamin.
Estimasi Kinerja SIDO
Kenaikan tersebut menjadikan pertumbuhan penjualan bertumbuh lebih pesat, dibandingkan dengan kenaikan COGS. Kenaikan margin juga didorong efisiensi opex yang berkelanjutan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Phillip Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 850. Dengan harga penutupan saham SIDO Rp 775, terbuka peluang penguatan berkisar 10%.
Grafik Saham SIDO

