Target Kinerja Sido Muncul (SIDO) Dipangkas, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investrotrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memangkas target kinerja keuangan PT Sido Muncul Tbk (SIDO) tahun 2023 dan 2024, menyusul penurunan volume penjualan perseroan hingga September 2023.
Meski proyeksi kinerja keuangan dipangkas, penjualan perseoran diperkirakan mulai stabil dengan kecenderungan menguat tahun 2024. Sejumlah sentimen negative yang memicu penurunan kinerja keuangan diperkirakan telah terefleksi tahun ini.
Sido Muncul mencatatkan penurunan laba bersih dari Rp 720 miliar menjadi Rp 587 miliar hingga kuartal III-2023. Begitu juga dengan perolehan pendapatan turun dari Rp 2,61 triliun menjadi Rp 2,36 triliun.
Baca Juga
“Kami memangkas turun target kinerja keuangan perseroan tahun 2023 dan 2024 sejalan dengan penurunan kinerja keuangan dan volume penjualan hingga September 2023,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Susanto.
BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target laba bersih tahun ini dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 887 miliar pada 2023. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih perseroan tahun 2024 direvisi turun dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 948 miliar.
Meski target kinerja keuangan direvisi, Natalia mengatakan, seluruh sentiment negative nampaknya sudah terlewati dan terindikasi laba yang stabil mulai tahun 2024. Begitu juga dengan volume penjualan diharapkan mulai bertumbuh tahun depan.
Baca Juga
Tahun depan, dia mengatakan, perseroan diperkirakan mencetak kenaikan volume penjualan sebanyak 4% dan rata-rata harga jual kemungkinan hanya naik tipis demi mengejar peningkatan volume penjualan.
Adapun kenaikan harga jual gula bersamaan dengan ketidakpastian kondisi global bisa memicu penurunan margin. SIDO memperkirakan margin kotor mencapai 53,8% tahun 2024.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan hold saham SIDO dengan target harga Rp 500. Target harga teresbut mengasumsikan PE tahun 2024 sekitar 16,1 kali.

