Saham BREN ARB Dua Hari, Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap lebih dari US$ 10 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali mencatatkan penurunan dalam hingga auto reject bawah (ARB) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/5/2024).
Data BEI mengungkap saham BREN anjlok Rp 1.000 (9,88%) menjadi Rp 9.125. Penurunan hingga ARB tersebut merupakan yang kedua bagi saham emiten Prajogo pangestu ini setelah suspensi perdagangan sahamnya dibuka kembali kemarin. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BREN anjlok dari Rp 1.505 triliun menjadi Rp 1.220 triliun dalam dua hari terakhir.
Baca Juga
Pelemahan saham BREN, emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ini, berimbas negative terhadap kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sebanyak 148 poin hingga berada di bawah level 7.000, tepatnya level 6.991. Meski demikian BREN tetap mempertahankan posisi sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar di bursa.
Penurunan saham BREN tersebut memicu nilai kekayaan Prajogo Pangestu menguap US$ 5 miliar menjadi US$ 62,5 miliar. Hal ini berdasarkan angka perhitungan real time Forbes hingga pukul 10.20 WIB. Kemarin, Prajogo Pangestu sudah kehilangan kekayaan US$ 5,7 miliar. Peringkat Prajogo pun akhirnya terjun dari ke-22 menjadi 24 di dunia.
Baca Juga
Gara-gara Empat Sahamnya Terjun, Kekayaan Prajogo Pangestu Melayang US$ 5,6 Miliar Pagi Ini
Dengan demikian dalam dua hari ini, nilai kekayaan Prajogo Pangestu melayang lebih dari US$ 10 miliar. Prajogo tercatat sebagai orang kaya muka bumi dengan penurunan nilai kekayaan terbesar dalam dua hari terakhir.
Penurunan kekayaan Prajogo juga didukung anjlokya saham-saham emiten lain yang dikuasainya, seperti saham CUAN, dan PTRO. Sebaliknya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masih berhasil torehkan kenaikan.
Grafik BREN

