Saham BREN dan BRPT Anjlok, Nilai Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap US$ 7,2 Miliar Sehari
JAKARTA, investortrust.id – Seluruh saham emiten Prajogo Pangestu menunjukkan penurunan dalam sepanjang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/11/2023). Penurunan tersebut menjadikan total kekayaannya menguap hingga US$ 7,2 miliar dalam sehari.
Meski kekayaan menguap miliaran dollar AS akibat penurunan harga seluruh saham miliknya, real time Forbes mencatatkan Prajogo Pangestu tetap menjadi orang terkaya di Indonesia. Hanya saja peringkatnya di global turun dari semula 25 menjadi 31.
Baca Juga
Penurunan nilai kekayaan tersebut dipengaruhi atas koreksi dalam saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) senilai Rp 625 (9,96%) menjadi Rp 5.650 dengan kapitalisasi pasar Rp 755,89 triliun. Koreksi tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) BREN terjungkal dari posisi kedua menjadi ketiga.
Penurunan harga saham melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak Rp 50 (4,81%) menjadi Rp 990. Penurunan tersebut merupakan hari kedua dalam dua hari berturut-turut.
Sebaliknya saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) ditutup stagnan pada level Rp 2.890, meski sepanjang hari saham ini bergerak di zona merah. Begitu juga dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ditutup berbalik stagnan, padahal saham ini sepanjang hari bergerak di zona merah.
Baca Juga
Koreksi Dalam Saham BRPT dan BREN, Nilai Kekayaan Prajogo Pangestu Terpangkas
Berdasarkan data, Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali dengan memegang sebanyak 66,73 miliar saham BRPT atau setara dengan 71,19% saham. Prajogo melalui BRPT juga bertindak sebagai pengendali BREN dengan kepemilikan 6,51 miliar saham BREN atau setara dengan 64,666%.
Prajogo Pangestu juga tercatat sebagai pengendali saham CUAN dengan kepemilikan 9,56 miliar saham atau 85,07%. Prajogo Pangestu juga pemegang langsung 7,78% saham TPIA. Dirinya melalui Barito Pacific (BRPT) juga mengendalikan 34,63% saham TPIA.

