Koreksi Dalam Saham BRPT dan BREN, Nilai Kekayaan Prajogo Pangestu Terpangkas
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten Prajogo Pangestu ini berguguruan setelah dalam beberapa hari terakhir melesat. Penurunan terdalam melanda saham PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN). Penurunan tersebut memicu koreksi kekayaan Prajogo Pangestu menjadi US$ 43,2 miliar.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/11/2023), saham BRPT terjun Rp 100 (8,77%) menjadi Rp 1.040. Sedangkan saham BREN melemah Rp 525 (7,72%) menjadi Rp 6.275.
Penurunan serupa juga melanda saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp 300 (4,41%) menjadi Rp 6.500. Sedangkan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) ditutup stagnan di level Rp 2.890.
Penurunan dalam saham BREN membuat kapitalisasi pasar (market cap) perusahaan ini terjun dari Rp 910 triliun kemarin menjadi Rp 839,50 triliun. Kapitalisasi pasar TPIA ditutup stagnan level Rp 250,01 triliun.
Penurunan market cap juga melanda saham BRPT menjadi Rp 97,74 triliun. Begitu juga dengan market cap saham CUAN kembali turun menjadi Rp 73,06 triliun.
Berdasarkan data, Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali dengan memegang sebanyak 66,73 miliar saham BRPT atau setara dengan 71,19% saham. Prajogo melalui BRPT juga bertindak sebagai pengendali BREN dengan kepemilikan 6,51 miliar saham BREN atau setara dengan 64,666%.
Prajogo Pangestu juga tercatat sebagai pengendali saham CUAN dengan kepemilikan 9,56 miliar saham atau 85,07%. Prajogo Pangestu juga pemegang langsung 7,78% saham TPIA. Dirinya melalui Barito Pacific (BRPT) juga mengendalikan 34,63% saham TPIA.

