PPN Pembelian Properti Dibebaskan, CTRA dan PWON Paling Diuntungkan
JAKARTA, Investortrust.id – Mandiri Sekuritas PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan menjadi pengembang properti yang paling diuntungkan atas kebijakan insentif diskon 100% PPN pembelian properti di bawah Rp 2 miliar.
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan diskon PPN pembelian properti mencapai 100% untuk properti berharga di bawah Rp 2 miliar. Diskon tersebut akan diberikan hingga Juni 2024. Sedangkan dari Juni hingga akhir 2024 diberikan diskon 50%.
Baca Juga
Analis Mandiri Sekuritas Wesley Louis ALianto dan Robin Sutanto mengatakan, program tersebut akan mempercepat pengembangn properti untuk menjual inventori properti yang dimiliknya. Berdasarkan data BSDE diperkirakan memiliki inventori properti di bawah Rp 2 miliar hingga mencapai Rp 1 triliun.
Begitu juga dengan SMRA diperkirakan memiliiki Rp 676 miliar untuk inventori rumah, dan PWON sekitar Rp 1 triliun. “Kami memperkirakan CTRA dan PWON akan menjadi emiten properti yang paling diuntungkan atas kebijakan tersebut, sebab kedua pengembangan tersebut mendominasi harga jual properti di level Rp 2 miliar,” terangnya dalam riset harian, Kamis (26/10/2023).
Tak hanya itu, Mandiri Sekuritas menyebutkan, dengan jangka waktu insentif panjang tersebut, pengembangan properti diprediksi akan gencar meluncurkan properti dan mempercepat konstruksi properti untuk mengejar insentif tersebut. Hal ini diharapkan mendongkrak penjualan emiten properti dalam beberapa kuartal mendatang.
Sebelumnya, analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, emiten properti mendapatkan dua dukungan sentiment positif. Pertama, BI akan melanjutkan relaksasi LTV/FTV kredit properti untuk semua segmen, seperti rumah tapak, apartemen, dan komersial. Relaksasi kredit ini ditargetkan mulai terealisasi awal tahun depan.
Baca Juga
Sentimen positif lainnya, terang dia, datang dari keputusan pemerintah untuk membebaskan PPN pembelian properti berharga maksimal Rp 2 miliar. Pemerintah juga memberikan subsidi biaya administrasi pembelian properti bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Relaksasi LTV/FTV akan berimbas positif terhadap emiten sektor properti di tengah kenaikan tingkat suku bunga. Kebijakan tersebut tentu memberikan ruang lebih besar bagi bank untuk menyalurkan kredit kepemilikan rumah,” tulisnya dalam riset harian, Rabu (25/10/2023).

