Ditopang IKN, Saham Properti Ini Diuntungkan dengan Pilihan Terats SMRA dan CTRA
JAKARTA, Investortrust.id – Pembangunan Ibu Kota Nusanatara (IKN) akan menjadi potensi pasar baru bagi pengembang properti. Hal ini setelah pemerintah gencar menarik pengembang properti nasional melalui skema public private partnership (PP) dan land allocation (LA) yang memiliki risiko rendah.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan pengelola IKN terungkap bahwa pengembangan IKN akan terus berlanjut, meskipun presiden berganti atau pun jika amandemen UU IKN dilaksanakan. Sedangkan investor yang terlibat berinvestasi infrastruktur dan perumahan akan diberikan insentif fiscal.
Baca Juga
Target Saham MD Pictures (FILM) Direvisi Naik, Simak Alasan Ini
Selain pembangunan gedung perkantoran pemerintah, dia mengatakan, sejumlah perusahaan swasta telah mulai mengembangkan fasilitas Kawasan tersebut melalui konsorsium dari berbagai perusahaan, seperti Sinarmas, Mulia Group, Salim, Adaro, Astra, dan lainnya.
Konsorsium swasta tersebut akan mengembangkan Kawasan suprblok seluas 17 hektare dengan investasi berkisar Rp 20 triliun. Sedangkan Pertamina akan membangun bangunan sustainable energi center dan FIFA akan membangun pusat pelatihan untuk PSSI.
Baca Juga
Sedangkan emiten yang paling diuntungkan atas pengembangan IKN adalah PT Summarecon Agung TBk (SMRA) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang mengembangkan perumahan bagi pegawai negeri di Kawasan tersebut melalui skema land allocation. Sedangkan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan membangun mixed used melalui skema PPP.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan overweight saham sektor propert. Sedangakn saham pilihan teratas dari sektor ini adalah PWON dengan target harga Rp 610 dan CTRA dengan target harga Rp 1.600.
Prospek Saham Emiten Properti:
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

