Saham Emiten Prajogo Berguguran, Analis Ini Ungkap Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten Prajogo Pangestu berguguran parah pada penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/1/2024). Penurunan tersebut memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) terhempas hingga berada di bawah penutupan akhir tahun lalu.
Berdasarkan data BEI, pemicu utama koreksi datang dari penurunan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) hingga auto reject bawah (ARB) Rp 1.055 (20%) menjadi Rp 4.220 dan saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) anjlok Rp 1.150 (17,04%) menjadi Rp 5.600, bahkan saham BREN sempat menyentuh level ARB.
Baca Juga
Gara-gara Tiga Saham Prajogo Pangestu Ini, IHSG Sesi I Anjlok 1,08%
Penurunan juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak Rp 175 (13,26%) menjadi Rp 1.145, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot Rp 570 (10,75%) menjadi Rp 4.730.
Investment Analyst Lead Stockbit Rahmanto Tyas Raharja dalam komentarnya menyebutkan, penurunan saham grup Barito dipicu aksi ambil untung investor, mengingat mayoritas saham grup ini telah naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan catatan Stockbit, saham BREN telah melesat 454% dalam tiga bulan terakhir, saham TPIA menguat 57%, saham PTRO naik 48%, dan saham CUAN melesat 39%. Sebaliknya saham BRPT masih mencatatkan penurunan sekitar 12% selama tiga bulan terakhir.
Penurunan dalam saham-saham emiten Prajogo Pangestu tersebut membicu penurunan dalam kapitalisasi sahamnya. Bahkan, kapitalisasi (market cap) saham BREN turun menjadi Rp 749,20 triliun. Penurunan tersebut menjadikan posisi BREN melorot menjadi emiten dengan market cap terbesar ketiga di BEI.
Baca Juga
Suspensi Saham Petrindo Jaya (CUAN) Tak Kunjung Dicabut, BEI Ungkap Alasan Ini
Sedangkan market cap TPIA kembali turun menjadi Rp 365,07 triliun. Penurunan tersebut menjadikan posisi market cap perseroan disalip PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bernilai Rp 391,29 triliun. Begitu juga dengan market cap BRPT terhempas menjadi Rp 107,34 triliun. Sedangkan market cap CUAN mencapai Rp 150,91 triliun.
Adapun, IHSG BEI sesi I berbalik turun ditutup anjlok sebanyak 78,38 poin (1,08%) menjadi 7.205,20. Penurunan tersebut dipicu atas anjloknya tiga saham emiten Prajogo Pangestu. Hal ini berbanding dengan awal transaksi dengan penguatan.
