Saham Emiten Prajogo Pangestu Berguguran Picu IHSG Terperosok
JAKARTA, investortrust.id – Ketiga saham emiten Prajogo Pangestu ini ditutup anjlok sepanjang perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/1/2024). Penurunan tersebut memperdalam pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Berdasarkan data BEI, penurunan terdalam melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencapai Rp 450 (7,86%) menjadi Rp 5.275. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 5.225-5.800.
Baca Juga
Charnic Capital (NICK) Lepas 10,6% Saham Fuji Finance (FUJI), Apa Pemicunya?
Selanjutnya saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) anjlok mencapai Rp 475 (6,57%) menjadikan harga saahm emiten pengembang panas bumi ini menjadi Rp 6.750. Saham ini bergerak dalam rentang 6.700-7.325.
Saham PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) juga ditutup terkoreksi senilai Rp 30 (2,22%) menjadi Rp 1.320. Saham emiten induk usaha ini bergerak dalam rentang Rp 1.310-1.385. Sedangkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih disuspensi oleh otoritas bursa.
Dengan penurunan tersebut, saham TPIA, BREN, dan BRPT telah turun di bawah harga penutupan akhir tahun lalu. Penurunan tersebut menjadikan nilai kapitalisasi pasar saham atau market cap saham emiten Prajogo Pangestu ini turun sepanjang hari ini.
Baca Juga
Diputuskan 12 Februari, Petrindo Jaya (CUAN) Ungkap Nilai Akuisisi 34% Saham Petrosea (PTRO)
Terkait penurunan tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/1/2023), ditutup anjlok sebanyak 67,04 poin (0,91%) menjadi 7.283,58. Total penurunan ini merupakan yang terbesar dalam lima hari transaksi terakhir.
IHSG bergerak dalam rentang 7. 275,17-7.393,13. Meski ditutup turun, posisi indeks masih berada di atas level penutupan akhir tahun lalu 7.272.

