Investor Asing Justru Borong Saat Saham Emiten Prajogo Pangestu Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing justru gencar mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham-saham emiten Prajogo Pangestu, meskipun harganya terjerembab sepanjang hari, Selasa (9/1/2024).
Net buy terbesar direalisasikan pemodal asing pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencapai Rp 113,81 miliar, PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) mencapai Rp 47,78 miliar, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai Rp 6,53 miliar.
Baca Juga
Tiga Sahamnya Anjlok, Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap US$ 10,4 Miliar
Berdasarkan data, saham TPIA ditutup anjlok hingga auto reject bawah (ARB) dengan penurunan 20% menjadi Rp 4.220 dan saham BREN anjlok 20% menjadi Rp 5.400. Penurunan juga melanda saham BRPT sebanyak 18,18% menjadi Rp 1.080.
Sebelumnya, Investment Analyst Lead Stockbit Rahmanto Tyas Raharja dalam komentarnya menyebutkan, penurunan saham grup Barito dipicu aksi ambil untung investor, mengingat mayoritas saham grup ini telah naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan catatan Stockbit, saham BREN telah melesat 454% dalam tiga bulan terakhir, saham TPIA menguat 57%, saham PTRO naik 48%, dan saham CUAN melesat 39%. Sebaliknya saham BRPT masih mencatatkan penurunan sekitar 12% selama tiga bulan terakhir.
Baca Juga
Lima Saham Ini Melesat Saat IHSG Anjlok, Bahkan Satu Saham ARA
Penurunan dalam saham-saham emiten Prajogo Pangestu tersebut telah memicu penurunan dalam kapitalisasi sahamnya. Bahkan, kapitalisasi (market cap) saham BREN turun menjadi Rp 749,20 triliun. Penurunan tersebut menjadikan posisi BREN melorot menjadi emiten dengan market cap terbesar ketiga di BEI.
Sedangkan market cap TPIA kembali turun menjadi Rp 365,07 triliun. Penurunan tersebut menjadikan posisi market cap perseroan disalip PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bernilai Rp 391,29 triliun. Begitu juga dengan market cap BRPT terhempas menjadi Rp 107,34 triliun. Sedangkan market cap CUAN mencapai Rp 150,91 triliun.

