Saham Emiten Prajogo Pangestu Berguguran, Penurunan Terdalam Landa Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Seluruh saham emiten Prajogo Pangestu ditutup berguguran pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/11/2023). Penutupan terdalam melanda saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN).
Berdasarkan data BEI, saham BREN melemah Rp 300 (4,41%) menjadi Rp 6.500. Saham ini sempat dibuka menguat ke level Rp 6.825 hingga mencapai level tertinggi Rp 6.950.
Baca Juga
Meski IHSG Sesi I Terjun 40 Poin, Saham MTSM dan EDGE Tetap ARA
Penurunan serupa juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan koreksi Rp 55 (4,82%) menjadi Rp 1.085. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.080-1.140. Begitu juga dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun Rp 125 (1,84%) menjadi Rp 6.675.
BEI juga mencatatkan penurunan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai Rp 10 (0,35%) menjadi Rp 2.880. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 2.850-2.910.
Penurunan sejumlah saham Prajogo Pangestu ini memperparan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi I sebanyak 40 poin menjadi 6.954,89. Sebagaimana diketahui, saham BREN menjadi penopang penguatan IHSG dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga
Saham Meroket 66,95%, Emiten Restoran CFC (PTSP) Ungkap Rencana Bisnis Ini
Meskipun saham BREN ditutup melemah 4,41%, kapitalisasi pasar sahamnya tetap menempati urutan terbesar ke dua di BEI dengan nilai Rp 869,60 triliun. Nilai market cap tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan penutupan pasar kemarin Rp 910 triliun.
Penurunan tersebut menjadikan nilai kekayaan Prajogo Pangestu mengalami pengurangan menjadi US$ 44,5 miliar. Penurunan tersebut menjadikan peringkat Prajogo Pangestu turun menjadi orang kaya peringkat 27 di dunia.

