Penurunan Saham Emiten Prajogo Pangestu kian Dalam Dipimpin BREN
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham penopang utama penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ini kembali terpuruk pada penutupan perdagangan sesi I. Ketiga saham tersebut merupakan saham-saham emiten Prajogo Pangestu.
Penurunan paling dalam melanda saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan koreksi Rp 310 (6,14%) menjadi Rp 4.740. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) emiten pengembang pembangkit listrik geothermal ini melorot.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Bangun Pabrik Ethylene Dichloride, Siap Kucurkan Capex US$ 400 Juta
Berdasarkan data, market cap BREN kini terjungkal ke urutan empat disalip PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Kapitalisasi pasar BREN turun menjadi Rp 634,14 triliun, dibandingkan BYAN bernilai Rp 652,49 triliun pada penutupan sesi sesi I, Jumat (12/1/2024).
Saham BREN sempat melesat hingga mencapai puncak sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI mengalahkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Namun memasuki tahun 2024, market cap BREN hingga disalip PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada 9 Januari 2024.
Baca Juga
Barito Renewable (BREN) Tuntaskan Akuisisi Dua Perusahaan Ini
Penurunan selanjutnya melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan koreksi Rp 90 (2,43%) menjadi Rp 3.620. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga turun tipis Rp 5 (0,47%) menjadi Rp 1.055. Sedangkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih disuspensi oleh bursa.

