Dimotori Saham TPIA dan BREN, Saham Emiten Prajogo Pangestu Bangkit
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham emiten Prajogo Pangestu ini berjaya sepanjang hingga penutupan perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/1/2024). Bahkan, saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) nyaris menyentuh auto reject atas (ARA).
Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi I, saham TPIA melesat Rp 840 (24,63%) menjadi Rp 4.250. Saham ini nyaris menyentuh level ARB Rp 4.260. Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) TPIA melesat menjadi Rp 367,67 triliun.
Baca Juga
Subang Belum Optimal, Target Harga Saham Surya Semesta (SSIA) Dipangkas
Penguatan tak kalah tinggi juga dicatatkan saham PT Barito Renewables Tbk (BREN) atau telah menguat dalam tiga hari beruntun setelah terjun sejak awal tahun. Saham BREN menguat Rp 550 (10,68%) menjadi Rp 5.700. Penguatan tersebut memperkokok posisi perseroan sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga Rp 762,48 triliun.
Penguatan juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan kenaikan Rp 70 (6,67%) menjadi Rp 1.120. Kenaikan tersebut membuat kapitalisasi pasar perseroan kembali berada di atas level Rp 100 triliun, tepatnya Rp 104,99 triliun.
Baca Juga
Saham Bank Tetap Menarik, Meski Pertumbuhan Laba Melambat, Kok Bisa?
Begitu juga dengan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ikut melesat Rp 450 (9,57%) menjadi Rp 5.150. Lambungan saham emiten yang sebagian besar sahamnya bakal diakuisisi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO) ini menjadikan kapitalisasi sahamnya naik menjadi Rp 5,19 triliun.
Sebaliknya saham CUAN kembali mencatatkan penurunan harga hingga auto reject bawah (ARB). Saham emiten Prajogo Pangestu sektor batu bara ini anjlok Rp 1.075 (9,86%) menjadi Rp 9.825. ARB ini menjadi yang ketiga sejak suspensi sahamnya dicabut dan menjadikan market cap emiten ini melorot menjadi Rp 110,44 triliun.

