Dimotori TPIA, Saham Emiten Prajogo Pangestu Kembali Berjaya
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham emiten Prajogo Pangestu ini berhasil mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/1/2024). Tren penguatan tersebut melanjutkan kenaikan seluruh saham tersebut sepanjang tahun 2023.
Berdasarkan data BEI, penguatan tertinggi melanda saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebanyak Rp 350 (6,67%) menjadi Rp 5.600. Meski melesat, level tersebut masih berada di bawah harga tertinggi tahun lalu Rp 6.000.
Baca Juga
BEI Tanyakan Pemicu Lompatan Harga Saham, Manajemen Petrindo Jaya (CUAN) Ungkap Ini
Penguatan juga melanda saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham ini berhasil menorehkan kenaikan Rp 70 (5,26%) menjadi Rp 1.400. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.330-1.435.
Kenaikan selanjutnya melanda saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) dengan penguatan Rp 125 (1,67%) menjadi Rp 7.600. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 7.375-7.725.
Sedangkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga hari ini. Suspensi saham ini telah berlangsung sejak 19 Desember hingga hari ini.
Suspensi tersebut dipicu atas lonjakan harga saham tersebut terhitung dalam beberapa pekan terakhir, bahkan sejak listing perdana di BEI pada 8 Maret 2023. Berdasarkan data BEI, saham CUAN tercatat sebagai saham dengan penguatan paling pesat sepanjang tahun lalu mencapai 6.002,3% dari Rp 220 menjadi Rp 13.425.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEIsesi I, Selasa (2/1/2023) atau transaksi hari pertama tahun 2024, ditutup menguat 3,77 poin (0,05%) menjadi 7.276,57.
Baca Juga
Pertumbuhan IHSG BEI Tertinggi Kedua di ASEAN, Bos OJK Juga Pamer Capaian Lain
Keberhasilan IHSG berbalik menguat jelang penutupan sesi I didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor transportasi naik 2,89%, sektor material dasar naik 1,21%, dan sektor consumer primer menguat 1,03%.
Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan sekitar 1,25%, sektor teknologi turun 1,01%, dan sektor property melemah 0,82%. Pelemahan juga melanda saham sektor keuangan 0,64%.

