Chandra Asri (TPIA) Cetak ATH, Saham Emiten Prajogo Pangestu Bangkit?
JAKARTA, investortrust.id – Usai melemah dalam tiga bulan terakhir, saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), akhirnya pulih hingga kembali melesat ke level tertinggi baru (all time high/ATH) ke level Rp 6.225.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/3/2024), saham TPIA berbalik melesat Rp 650 (11,66%) ke level penutupan tertinggi baru Rp 6.225. Harga terebut telah melewati harga tertinggi sebelumnya level Rp 6.000 pada 28 Desember 2023.
Baca Juga
Bos BEI Sebut Pasar Saham Indonesia Tahan Banting, Ini Alasannya
Lompatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) TPIA melesat menjadi Rp 538,23 atau mengejar PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) level Rp 618,46 triliun.
Dengan demikian baru saham TPIA yang berhasil ke luar dari jebakan penurunan. Sedangkan empat saham lainnya yang dikendalikan Prajogo Pangestu masih bergerak di bawah harga tertingginya.
Di antaranya saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih di bawah harga tertinginya Rp 13.750, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan harga tertinggi Rp 8.200, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) level Rp 1.950, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) level Rp 7.650.
Sedangkan pengumuman terbaru manajemen TPIA diungkapkan bahwa emiten solusi kimia dan infrastruktur milik Prajogo Pengestu ini telah menuntaskan proses penerbitan obligasi berkelanjutan berdenominasi rupiah pertamanya dengan total nilai pokok Rp 5,75 triliun pada tahun 2024.
Baca Juga
4 Saham Emiten Prajogo Anjlok Parah Dua Bulan Terakhir, Masihkah Ada Harapan?
Chief Financial Officer Chandra Asri Group Andre Khor sebelumnya menyebutkan, hingga saat ini, Chandra Asri Group telah mengeksekusi empat tahap pada Program Obligasi Berkelanjutan IV. Tahap I pada tahun 2022 ditutup dengan nilai Rp 2 triliun, diikuti oleh Tahap II pada tahun 2023 sebesar Rp 1,25 triliun. Kemudian Tahap III pada tahun 2023 sebesar Rp 1 triliun, dan penerbitan Tahap IV terbaru pada tahun 2024 sebesar Rp 1,5 triliun. “Tahap IV tahun 2024 ini tercatat kembali oversubscription,” urainya.
Dalam tahap ini Perseroan menawarkan kupon berdenominasi rupiah hingga 7,95% untuk seri A yang berjangka 3 tahun dengan total Rp 542,38 miliar sebesar 8,25%, untuk seri B selama 5 tahun senilai Rp 416,80 miliar, dan 8,75% untuk seri C selama 7 tahun senilai Rp 540,82 miliar.
Disampaikan, transaksi ini menandai kesuksesan berkelanjutan Chandra Asri Group dalam memasuki pasar pendapatan tetap domestik, sebagai bagian dari Program Penawaran Umum Berkelanjutan IV Obligasi Perseroan yang disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan target pendanaan sebesar Rp8 triliun selama tahun 2022 hingga 2024.

