Analis: William Lepas Saham Tak Perlu Dikhawatirkan, Investor Fokus Pengembangan GOTO
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah analis menilai bahwa langkah co-founder Tokopedia William Tanuwijaya melepas Sebagian kecil kepemilikan sahamnya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tak perlu dikhawatirkan. Apalagi tujuan penjualan tersebut untuk membayar utang pribadi.
Analis menyebutkan fokus perhatian investor tertuju kepada manajemen GOTO di bawah kepemimpinan Patrick Walujo dalam menahkodai perusahaan, dibandingkan aksi lepas sebagian saham oleh beberapa pemegang saham.
William Tanuwijaya dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin mengungkapkan telah menjual sebagian saham milikinya di GOTO dengan alasan butuh uang untuk membayar utang. Sebanyak 746.600.000 saham GOTO dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 91,71 per saham dalam kurun 14-18 Desember 2023.
Baca Juga
Bisnis Emiten Teknologi Digital Prospektif, Mirae Jagokan BUKA dan GOTO
Dari penjualan saham tersebut, pendiri Tokopedia ini mengantongi dana Rp 68,47 miliar. “Harga penjualan rata-rata Rp 91,7i, periode penjualan 14-18 Desember 2023, tujuan transaksi untuk pembayaran fasilitas kredit,” tulis William dalam surat keterbukaan informasi di BEI, dikutip Senin (18/12/2023).
Setelah penjualan saham ini, porsi kepemilikan William berkurang dari 20.649.458.973 saham seri A dan seri B atau setara dengan 1,72% menjadi sisa 19.884.858.973 saham seri A dan seri B atau setara dengan 1,66% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Saat ini, William masih tercatat sebagai pemegang saham individu terbesar. Ia menggapai posisi tersebut karena proses merger Tokopedia dengan Gojek, jauh sebelum proses penawaran umum saham perdana (IPO) GOTO.
Pada keterbukaan informasi sebelumnya di Oktober 2023, manajemen GOTO pernah menyampaikan bahwa William dan petinggi Goto lainnya memiliki aspirasi dan opsi menjual sebagian saham dalam jangka pendek dan menengah.
William sendiri sebelumnya sudah menjual sebagian kecil saham GOTO pada periode 9-13 Oktober. Saat itu dia melepas saham Seri A miliknya sebesar 332.220.000 saham atau setara dengan 0,03% dari modal ditempatkan dan disetor GoTo. Saat itu, William menjual di harga Rp 78,89 per saham dan meraih dana Rp 26,2 miliar. Jika ditarik, maka total dari beberapa penjualan itu, dia mengantongi Rp 94,67 miliar.
Sebaliknya CEO GOTO Patrick Walujo yang juga pendiri Northstar Group, yang berinvestasi di Gojek sejak masih beroperasi di garasi rumah itu, terus menambah kepemilikannya di GOTO.
Baca Juga
Dirinya terakhir memborong sebanyak 56.180.000 saham seri A GOTO dengan harga pelaksanaan Rp 89 per saham pada 13 Desember. Pembelian ini untuk tujuan investasi dan atas nama pribadi. Aksi tersebut dilakukan Patrick setelah tercapai kesepakatan investasi Tiktok di Tokopedia.
Ternyata beberapa bulan sebelumnya, Patrick yang juga tercatat sebagai investor Bank Jago sudah beberapa kali membeli saham GOTO. Hingga aksinya yang paling akhir, Patrick telah merogoh kocek Rp 5 miliar untuk mendapatkan 56,18 juta saham GOTO itu.
Fokus Patrick
Sementara itu, analis pasar modal menilai pelaku pasar akan fokus pada manuver Patrick Walujo, dibandingkan langkah yang diambil William. Karena, Patrick merupakan nahkoda tertinggi GOTO saat ini dan juga investor GOTO sejak awal.
“Visi, determinasi dan militansi Patrick terkait GOTO sangat clear. Komitmennya selalu ditunjukkan di berbagai situasi. Terakhir, saat publik mempertanyakan penjualan saham Tokopedia ke Tiktok, dia justru membeli saham GOTO. Masa depan GOTO ada di tangan CEO dan market lebih memilih fokus ke sini, dibandingkan memikirkan aksi founder lainnya,” kata analis Kanaka Hita Solvera, Raditya Krisna Pradana.
Baca Juga
Terkait Investasi Tiktok di Tokopedia, Berikut Dampak Positifnya bagi Performa GOTO
Menurut dia, perdebatan soal untung atau rugi Tokopedia dibeli Tiktok sudah selesai. Semua pihak diuntungkan, termasuk pelaku ekonomi digital di tanah air. Tiktok bisa kembali beroperasi dengan cepat dan mendapatkan tunggangan yang tangguh. Sementara Tokopedia memiliki partner strategis kelas dunia dengan amunisi berlimpah.
“Kolaborasi keduanya bakal menggetarkan kompetitor. Lanskap e-commerce Tanah Air bakal menjadi lebih sederhana dengan Tiktok dan Tokopedia sebagai pemain utama. Saya kira, William jual saham karena memang butuh uang saja, dan bukan karena dia kecewa Tokopedia dijual ke Tiktok,” kata analis Raditya.
Baca Juga
William Tanuwijaya Kurangi Saham, GOTO Bakal Lanjut Tertekan?
Selain itu, menurut analis, selama ini William tidak menangani secara langsung manajemen GOTO, sehingga investor semestinya tidak perlu khawatir dengan strategi yang dijalankan top level di bawah kepemimpinan Patrick Walujo.
“Kita perlu telaah lebih dahulu kebutuhan dana dari penjualan saham itu, kalau itu pribadi, apalagi soal utang mesti diselesaikan, dipenuhi agar tidak bermasalah. Ini tidak ada kaitannya dengan kepercayaan investor di GOTO,” tutupnya

