William Tanuwijaya Kurangi Saham, GOTO Bakal Lanjut Tertekan?
JAKARTA, investortrust.id – William Tanuwijaya menjual sebanyak 765,6 juta atau 1,72% saham miliknya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pengurangan saham berimbas terhadap koreksi harga saham perusahaan teknologi raksasa ini pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin.
Berdasarkan data BEI, saham GOTO turun sebanyak Rp 7 menjadi Rp 86 per saham. Level penutupan tersebut menjadi level terendah saham tersebut dalam sepekan terakhir.
Baca Juga
Bisnis Emiten Teknologi Digital Prospektif, Mirae Jagokan BUKA dan GOTO
William dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa sebanyak 764,60 juta saham GOTO tersebut dilepas di harga Rp 91,71 per saham. “Transaksi pelepasan saham tersebut dilakukan sepanjang 14-18 Desember 2023,” tulisnya dalam pengumuman resmi di Jakarta, Senin (18/12/2023).
Penjualan tersebut menjadikan total kepemilikan saham Seri A dan Seri B pendiri Tokopedia tersebut berkurang dari semula 20,69 miliar saham atau 1,72% saham menjadi 19,88 miliar saham atau 1,66%.
Sebelumnya, GOTO mengungkap empat alasan pelepasan mayoritas saham Tokopedai kepada Tiktok Pte Ltd. Keempat alasan tersebut bertujuan untuk mendongkrak kinerja keuangan ke depan.
GOTO dan TikTok sebelumnya membentuk kemitraan strategis yang menjadikan TikTok sebagai pengendali baru Tokopedia dengan kepemilikan 75,01% dan sisanya Goto sebanyak 24,99%. Atas kemitraan strategis tersebut, TikTok akan berinvestasi lebih dari US$ 1,5 miliar dalam jangkan panjang.
Baca Juga
Produksi Freeport Indonesia Tembus Target 2023, Penerimaan Negara Capai US$ 2,5 Miliar
Alasan pertama, Tokopedia akan diuntungkan dengan mendapat akses secara langsung atas kesempatan live commerce yang sedang bertumbuh dengan pesat. Tokopedia dan TikTok akan membangun kombinasi bisnis sebagai pemimpin e-commerce, melanjutkan misi pengutamaan mata pencaharian untuk ratusan ribu pelaku UMKM di negara ini.
Kedua, Manajemen Goto menyebutkan, Tiktok telah berkomitmen untuk memberikan pendanaan untuk Tokopedia. Kekuataan global dan finansial TikTok menjadi sangat penting dalam mendukung upaya tersebut di tengah dinamika persaingan yang terus berkembang, seiring dengan kembali berkembangnya Tokopedia.
“Dengan komitmen TikTok dalam pendanaan untuk pertumbuhan di masa depan Tokopedia, perseroan akan mendapatkan fleksibilitas lebih tinggi untuk mengalokasikan sumber daya dan modal, termasuk kemampuan yang lebih baik untuk memperbaiki penjualan dan beban pemasaran serta profitabilitas perseroan dan anak perusahaannya di masa depan,” tulis manajemen.
Ketiga, terang manajemen GOTO, setelah transaksi diselesaikan, perseroan akan menerima biaya layanan e-commerce. Hal ini merupakan biaya secara kuartalan yang akan dibebankan atas layanan-layanan khusus yang akan diberikan sesuai dengan persetujuan para pihak. Biaya layanan e-commerce ini berkontribusi langsung pada EBITDA perseroan.
Terakhir, ungkap manajemen GOTO, perseroan yaki nada peluang kolaborasi yang menarik entitas Tokopedia yang telah diperluas dengan bisnis fintech dan on-demand perseroan. Di antaranya, perseroan dapat memanfaatkan basis pengguna yang jauh lebih besar yang seharusnya mampu mendorong volume pembayaran, pemberian pinjaman, dan pengiriman perseroan dan secara langsung meningkatkan pendapatan dan laba perseroan.

