Susul William, Kini Mantan CEO Andre Soelistyo Lepas Saham GOTO Rp 8,6 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Komisaris sekaligus mantan CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Andre Soelistyo menjual 100 juta lembar saham GOTO di harga Rp 86 per saham.
Melalui penjualan saham ini Andre mengantongi dana segar Rp 8,6 miliar. Transaksi penjualan saham dilakukan tanggal 22 Desember 2023.
Aksi lepas sebagian saham yang dimiliki Andre dilakukan di tengah tekanan harga saham yang melanda startup terbesar RI tersebut. Langkah ini dilakukan oleh Andre karena membutuhkan dana untuk membayar utang atau fasilitas kredit.
‘’Tujuan penjualan saham untuk pembayaran fasilitas kredit,’’ kata Andre dikutip dari surat yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (27/12/2023).
Baca Juga
GOTO Akhirnya Ditutup Rebound 9,30%, Simak Target Harga Berikut
Setelah transaksi ini Andre masih mengempit 9.881.555.284 saham seri A dan seri B atau setara dengan 0,82% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Rinciannya jumlah saham seri A yang dimiliki secara langsung sebanyak 3.147.530.184 lembar saham dan jumlah saham seri B yang dimiliki secara langsung sebanyak 6.734.025.100 lembar saham.
Sebelumnya Komisaris GOTO lainnya yang juga Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya juga merealisasikan penjualan sebanyak 764.600.000 saham GOTO dengan harga jual Rp 91,72 per saham. Transkasi penjualan oleh William dilakukan pada tanggal 14 - 18 Desember 2023.
Baca Juga
William Tanuwijaya Kurangi Saham, GOTO Bakal Lanjut Tertekan?
Setelah transaksi penjualan itu, William tercatat masih memiliki saham seri A yang dimiliki secara langsung sebanyak 7.296.224.541 lembar saham, dan saham seri B yang dimiliki secara langsung sebanyak 12.588.634.432 lembar saham.
Jumlah total kepemilikan dan persentase kepemilikan William sebanyak 19.884.858.973 saham seri A dan seri B atau setara dengan 1,66% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Hingga penutupan perdagangan, Rabu (27/12/2023), saham GOTO tercatat turun -1,16% ke Rp 85. Tekanan terhadap saham GOTO setidaknya terjadi sepanjang Desember 2023, di mana dalam sebulan terakhir saham ini tercatat turun sebesar -6,95%.

