Pyridam Farma (PYFA) Rancang Rights Issue Jumbo, Dananya untuk Apa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) berencana menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue maksimal sebanyak 16 miliar saham.
Perseroan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/11/2023), menyebutkan Pyridam (PYFA) juga akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya setara degan 35% dari total saham.
Baca Juga
Penerbitan saham baru tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 4 Januari 2024.
Manajemen menyebutkan bahwa rights issue bertujuan untuk memperkua struktur permodalan perseroan. Aksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perseroan dalam kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan.
“Peningkatan modal juga diharapkan meningkatkan daya saing usaha dan hasil investasi bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” tulis pengumuman tersebut.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham PYFA, Rejuve Global bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 40,48% saham perseroan. Sisanya dikuasai PT Aldiracita 18,27%, DBS Bank Ltd Sg sebanyak 7,75%, PT Global Investment 5,5%, dan sisanya public mencapai 27,99%.
Baca Juga
Target Kinerja Kalbe Farma (KLBF) 2023-2024 Dipangkas, Bagaimana Prospek Sahamnya ke Depan?
Hingga September 2023, perseroan membukukan penurunan dalam laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari RP 288,75 miliar menjadi Rp 45,49 miliar.
Penurunan laba dipengaruhi atas penurunan pendapatan dari Rp 550,92 miliar menjadi Rp 520,47 miliar. Pemicu utama berasal dari anjloknya pendapatan lain-lain bersih dari Rp 381,21 miliar menjadi Rp 1,84 miliar.

