Meski Naik, IHSG Kembali Gagal Ditutup di Level 7.000, Lima Saham Ini Melesat
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/9/2023), kembali gagal bertenggeri di atas level 7.000, meskipun sempat bertahan lama di level tersebut.
Kegagalan menembus level tersebut dipengaruhi atas menyusutnya penguatan IHSG saat penutupan hanya 4,24 poin (0,06%) menjadi 6.995,95. IHSG bergerak dalam rentang 6.989,79-7.020,97 dengan nilai transaksi Rp 9,26 triliun.
Baca Juga
Penguatan IHSG sepanjang hari ini didukung kenaikan mayoritas sektor saham, khususnya saham sektor energi sebanyak 2,41%. Sektor ini menjadi penopang utama penguatan indeks sepanjang hari ini, menyusul penguatan harga minyak hingga level US$ 90 per barel.
Kenaikan IHSG juga didukung kenaikan saham sektor material dasar sektiar 1,08%, sektor transportasi 1,46%, sektor infrastruktur 0,34%, dan sektor teknologi 0,04%.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham sektor properti sektiar 0,93%, sektor konsumer primer mencapai 0,55%, sektor keuangan 0,35%, sektor konsumer non primer 0,35%, dan sektor industri 0,25%.
Baca Juga
Di tengah lonjakan IHSG, kelima saham ini torehkan cuan paling besar, yaitu saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik Rp 205 (25%) menjadi Rp 1.025, saham PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) naik Rp 23 (24,21%) menjadi Rp 118, saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik Rp 35 (22,58%) menjadi Rp 190, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) menguat Rp 145 (19,59%) menjadi Rp 885, dan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) naik Rp 470 (15,46%) menjadi Rp 3.510.
Sebaliknya pelemahan mendalam melanda saham-saham berikut, yaitu saham PT Metro Realty Tbk (MTSM), PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ), PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK), PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI), PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX), dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY).

