Pacu Penjualan, Pulau Subur (PTPS) Bangun Pabrik CPO Awal 2024
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan perkebunan sawit asal Palembang, PT Pulau Subur Tbk (PTPS) membidik target produksi tandan buah segar (TBS) 30 ribu ton tahun 2023.
Direktur Utama PT Pulau Subur Tbk, Felix Safei, mengatakan, pihaknya telah mencatatkan produksi sebesar 20 ribu ton TBS hingga September 2023.
“Selama 3 tahun terakhir perusahaan mengalami peningkatan produksi TBS sehingga pendapatan perusahaan mengalami peningkatan," ungkap Felix kepada Investortrust di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (9/10/2023).
Sejalan dengan target produksi TBS, tahun 2023 ini, PTPS berharap dapat membukukan pendapatan Rp 67 miliar dengan laba bersih Rp 29,11 miliar, tumbuh 5,2% secara year on year.
Baca Juga
Lippo Cikarang (LPCK) Catat Marketing Sales Rp 628 Miliar, Proyek Ini Penopangnya
Hingga kuartal I-2023, Perseroan membukukan penjualan Rp 13,84 miliar dengan laba bersih Rp 5,99 miliar. Sedangkan laba per saham Rp 211.
Felix optimistis nilai penjualan akan terus meningkat di masa datang, seiring kenaikan harga crude palm oil (CPO) global dan rencana penambahan produksi dari pabrik baru yang akan dibangun. ‘’Kami akan membangun pabrik baru awal tahun 2024 dari dana hasil IPO, dengan begitu kenaikan nilai penjualan akan berkelanjutan,’’ tuturnya.
Diketahui, melalui hajatan initial public offering (IPO), PTPS berhasil meraup dana segar Rp 89,1 miliar dengan melepas sebanyak 450 juta lembar atau setara dengan 20,76% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Pada fase penawaran umum (offering) yang berlangsung pada 3-5 Oktober 2023, Perseroan membanderol harga IPO Rp198 per saham. Sementara setelah debut pada pencatatan sahamnya di BEI, Senin pagi, (9/10/2023), saham PTPS naik 13% ke level Rp 256.
Baca Juga
Selain penerbitan saham baru, PTPS juga menerbitkan 225 juta Waran Seri I sebagai bonus bagi para investor baru PTPS. Setiap pemegang dua saham baru, berhak memperoleh satu waran. Sementara itu, setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham PTPS
Mengacu pada Prospektus PTPS, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk belanja modal (capex) pembangunan pabrik CPO sebesar 50%, sedangkan sebesar 50% sisanya akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.
Sementara itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I juga akan digunakan sebagai modal kerja. (Farhan Nugraha/CR-1)

