Seluruh Saham Emiten Prajogo Pangestu Anjlok, Bahkan Market Cap BREN Terjungkal
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali terjungkal ke posisi empat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini dipicu atas penurunan dalam saham perusahaan milik Prajogo Pangestu ini.
Kini, saham BREN kembali menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ke empat setelah kembali digulingkan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan market cap Rp 605,82 triliun. Sedangkan market cap BREN menyusut menjadi Rp 573,94 triliun.
Baca Juga
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di BEI, saham BREN anjlok Rp 290 (6,33%) menjadi Rp 4.290. Sedangkan penurunan saham BYAN relative rendah hanya Rp 50 (0,27%) menjadi Rp 18.175.
Tak hanya itu, seluruh saham emiten besutan Prajogo Pangestu turun dimpimpin saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sepanjang hari ini. Saham BRPT anjlok Rp 105 (9,33%) menjadi Rp 1.020, saham BREN turun Rp 290 (6,33%) menjadi Rp 4.290, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melemah Rp 125 (2,31%) menjadi Rp 5.275, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) terkoreksi Rp 30 ( 1,01%) menjadi Rp 2.950.
Baca Juga
Top! Market Cap Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Ini Salip Bayan (BYAN) Milik Low Tuck Kwong
Penurunan seluruh saham emiten Prajogo tersebut sejalan dengan koreksi dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/11/2023), sebanyak 109,79 poin (1,63%) ke level 6.642,42. IHSG bergerak dalam rentang 6.639,82-6.773,98 dengan nilai transaksi Rp 10,6 triliun.
Penurunan dipicu aksi jual saham oleh investor asing yang tercermin dari berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupian terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Penurunan kian parah setelah saham-saham berkapitalisasi pasar besar terjerembab.

