Top! Market Cap Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Ini Salip Bayan (BYAN) Milik Low Tuck Kwong
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) salip PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di peringkat ketiga. Aksi salip tersebut terjadi setelah saham BREN kembali mencatatkan penguatan ke level tertinggi baru.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BREN menguat Rp 80 (1,78%) menjadi Rp 4.580 pada penutupan Selasa (31/10/2023), sehingga kapitalisasi pasarnya melesat menjadi Rp 612,74 triliun.
Baca Juga
Dirikan Anak Usaha Baru, Saham Barito Renewables (BREN) Sentuh Level Rp 4.000
Sedangkan saham BYAN ditutup terkoreksi Rp 125 (0,68%) menjadi Rp 18.225 menjadikan kapitalisasi pasar saham perusahaaan batu bara milik Low Tuck Kwong ini turun menjadi Rp 607,44 triliun atau melorot ke peringkat empat.
Berdasarkan data, saham market cap BREN telah melesat dari level Rp 104,35 triliun saat listing perdana. Market cap awal tersebut didasarkan harga IPO Rp 780 per saham dikalikan sebanyak 133.786.220.000 saham BREN.
Baca Juga
IHSG Ditutup Berbalik Naik, Saham STRK dan MRAT Berakhir ARA
Dengan angka tersebut, perseroan langsung tercatat sebagai emiten dengan market cap terbesar urutan ke-13atau berada di atas PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) saat listing perdana.Sebagaimana diketahui saham BREN listing perdana di BEI pada 9 Oktober 2023.
Bidik 1.032 MW
BREN dalam prospectus IPO saham sebelumnya menyebutkan bahwa Barito Renewables merupakan pengembang dan pemilik pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan nomor lima di dunia. Perseroan dan melalui anak usahanya menguasai kapasitas pembangkit listrik sebanyak 886 MW. Sedangkan kapasitas pembangkit perseroan ditargetkan bertumbuh menjadi 1.032 MW pada 2027.
Perseroan merupakan pemilik dan operator pembangkit listrik tenaga panas bumi Wayang Windu, Salak, dan Darajat, dengan total kapasitas sebanyak 886 MW. Di antaranya, perseroan bertindak sebagai pemegang 90% saham Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWP) yang mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi.
Baca Juga
Kinerja Melampaui Ekspektasi, Analis Rekomendasi Beli Saham GOTO
Perseroan juga bertindak sebagai pemegang masing-masing 76,11% saham Star Energy Geothermal Darajat I dan II. Perseroan juga tercatat sebagai pemeang Star Energy Geothermal Salak, Ltd. (SEGSL) dengan kepemilikan sebanyak 76,11% saham. Perseroan juga bertindak sebagai pemegang Star Energy Geothermal Darajat II.
Perusahaan Prajogo Pangestu ini juga bertindak sebagai pemegang 76,11% saham pembangkit energi panas bumi dan pembangkit listrik Star Energy Geothermal Salak Pratama, Ltd (SEGSPL).
Berdasarkan prospektus perseroan, pembangkitan listrik tenaga panas bumi Wayang Windu terdiri atas dua unit dengan kapasitas pembangkit terpasang bruto gabungan sebesar 230,5 MW.
Baca Juga
Sedangkan operasi pembangkit listrik tenaga panas bumi Darajat dan Salak memiliki kapasitas pembangkit terpasang bruto masing-masing 274,5 MW dan 381 MW, termasuk didalamnya secara berturut-turut, kapasitas penjualan uap sebesar 55 MW dan 180 MW.
Dengan demikian total kapasitas terpasang bruto pembangkit listrik perseroan hingga tahun 2022 mencapai 886 MW dan diharapkan bertambah sebanyak 146 MW menjadi 1.032 MW pada 2027.

