Hingga September, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Ini Turun Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN), perusahaan yang dikendalikan Low Tuck Kwong ini, mencatatkan penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 44% dari US$ 1,62 miliar menjadi US$ 910,50 juta hingga September 2023. Penurunan dipicu atas pelemahan pendapatan.
Bayan dalam publikasi laporan keuangan, Kamis (30/11/2023), menyebutkan pendapatan perseroan turun dari US$ 3,34 miliar menjadi US$ 2,75 miliar. Sebaliknya beban pokok pendapatan naik dari US$ 1,04 miliar menjadi US$ 1,43 miliar.
Baca Juga
Pendapatan Trimegah Bangun (NCKL) Terbang 135%, Laba Jadi Segini
Penurunan tersebut memicu laba bruto perseroan turun dari US$ 2,30 miliar menjadi US$ 1,32 miliar. Laba sebelum pajak juga turun dari US$ 2,19 miliar menjadi US$ 1,21 miliar.
Penurunan tersebut menjadikan laba per saham perusahaan milik orang terkaya kedua di Indonesia ini turun menjadi US$ 0,03 per saham. Sedangkan hari ini, saham BYAN ditutup stagnan level Rp 19.275 per saham.
Baca Juga
Kekayaan Prajogo Pangestu Melesat Jadi US$ 47,8 Miliar Usai Empat Sahamnya Melambung
Berdasarkan data kepemilikan saham, Low Tuck Kwong bertindak sebagai pemegang 61,05% saham emiten perusahaan dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar keempat di Bursa Efek Indonesia ini.
Hingga penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, kapitalisasi pasar BYAN mencapai Rp 642,49 triliun. Hal ini menjadikan total kekayaan Low Tuck dari BYAN mencapai Rp 392 triliun.

